Minggu, 12 April 2026

Ramadhan 1446 H

Ini Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadhan Lengkap dengan Jadwal Puasa 2025

Puasa qadha, yang merupakan kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan karena alasan tertentu, harus diselesaikan sebelum memasuki Ramadhan berikutny

Penulis: Agis Priyani | Editor: Dedy Qurniawan
Tribun Kaltim/Tribun Jatim
BAYAR UTANG PUASA - Bulan Ramadhan 2025 sudah di depan mata. Dalam waktu kurang dari dua bulan, umat Muslim di seluruh dunia akan menyambut datangnya bulan suci dengan menjalankan ibadah puasa wajib. 

BANGKAPOS.COM - Puasa adalah meninggalkan makan, minum, hubungan seksual dan segala yang membatalkannya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari.

Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.

Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, Ramadhan juga menjadi kewajiban bagi setiap Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

Salah satu kewajiban umat muslim yakni bayar utang puasa Ramadhan atau puasa qadha ramadhan.

Lantas kapan batas akhir bayar utang puasa Ramadhan atau batas akhir puasa qadha?

Bagi mereka yang memiliki kewajiban mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal, Islam memberikan kesempatan untuk melunasinya melalui puasa qadha.

Sesuai ketentuan, puasa qadha harus dilakukan sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.

Artinya, bagi yang masih memiliki utang puasa dari Ramadhan 2024, batas akhir untuk menggantinya adalah sebelum awal Ramadhan 2025 yang jatuh pekan ini.

Hukum Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadhan

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Muslim yang masih memiliki utang puasa dari tahun sebelumnya diingatkan untuk segera menunaikannya.

Puasa qadha, yang merupakan kewajiban mengganti puasa yang ditinggalkan karena alasan tertentu, harus diselesaikan sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.

Kewajiban ini sudah dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 184. Allah SWT berfirman,

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Dalam kitab Fikih Empat Madzhab, Sheikh Abdurrahman Al-Juzairi menjelaskan bahwa puasa qadha dapat dilakukan kapan saja di luar hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, serta hari tasyrik.

Namun, lebih baik jika utang puasa segera dilunasi agar tidak menumpuk dan agar hati lebih tenang dalam menyambut Ramadhan yang akan datang.

Batas Akhir Bayar Utang Puasa

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved