Dulu Ahok Menolak Saat Ditawari Jadi Dirut Pertamina Padahal Gajinya Besar
Dulu Ahok menolak saat ditawari jadi Direktur Utama Pertamina padahal gajinya besar.
Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM -- Dulu Ahok menolak saat ditawari jadi Direktur Utama Pertamina padahal gajinya besar.
Pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu dulunya menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.
Hingga akhirnya pada Mei 2024, Ahok memutuskan untuk mundur dari jabatan Komut Pertamina.
Dalam tayangan youtube Narasi TV yang tayang pada 4 Juli 2024 lalu, Ahok sempat menceritakan besaran gajinya sebagai Komut Pertamina.
Awalnya, Ahok mengungkap pertemuannya dengan Jokowi di tahun 2023 lalu.
Yakni saat Ahok diminta oleh Jokowi untuk jadi Dirut Pertamina.
"Beliau (Jokowi) panggil saya, kali ini suruh saya jadi Dirut Pertamina. Saya bilang 'kenapa baru sekarang? kan udah untung. Saya jadi Komut juga happy kok selama Dirutnya mau nurut sama saya'. Kan dari rugi terus bisa untung empat tahun terakhir, spesialis saya lah kalau pretelin detail gitu," ungkap Ahok dilansir dari TribunTrends.com.
Diminta untuk jadi Direktur Utama, Ahok menolaknya.
Kendati demikian diakui Ahok, gaji Dirut Pertamina menggiurkan.
"Kalau ada orang lain, orang lain aja lah. Paling enak jadi komut pak," ujar Ahok.
"Kalau jadi Dirut duitnya banyak, mungkin 25 sama 100 persen (perbandingannya)," sambungnya.
Penasaran, Najwa Shihab pun bertanya ke Ahok soal nominal gaji Dirut Pertamina.
Ternyata gaji Dirut Pertamina bisa tiga kali lipatnya gaji Komut.
"Emang berapa sih gaji Dirut?" tanya Najwa Shihab.
"Dirut bisa sampai Rp500 juta (sebulan)," ujar Ahok.
"Kalau Komut?" tanya Najwa lagi.
"Rp180 juta, kalau itu kan ada untung, 1 sampai 30 persen, dibagi sama pegawai semua. Saya bilang (sama Jokowi) jangan saya pak (yang jadi Dirut Pertamina), lebih baik orang lain aja. Karena yang paling banyak jadi orang itu ada duit ada waktu. Kalau jadi Dirut ada duit enggak ada waktu," sambungnya.
Meskipun gaji Dirut lebih besar, Ahok mengaku tak mau menjadi Dirut Pertamina.
Korupsi PT Pertamina
Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan menjadi satu di antara 9 tersangka kasus korupsi.
Enam tersangka lainnya adalah Sani Dinar Saifuddin, Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.
Lalu Agus Purwono, Vice President (VP) Feedstock PT Kilang Pertamina Internasional.
Kemudian Yoki Firnandi, Dirut PT Pertamina International Shipping.
Selain itu, Muhammad Keery Andrianto Riza, penerima manfaat dari PT Navigator Khatulistiwa.
Ada Dimas Werhaspati, Komisaris PT Khatulistiwa dan PT Jenggala Maritim.
Lalu Gading Ramadan Joede, Komisaris PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak.
Ada Maya Kusmaya (MK), Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga.
Terakhir, Edward Corne (EC), VP Trading Operation Pertamina Patra Niaga.
Melansir Kompas.com, Riva Siahaan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi minyak mentah PT Pertamina Petra Niaga yang merugikan negara hingga mencapai Rp 193,7 triliun.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/TribunTrends.com/Kompas.com)
Siapa Salsa Erwina, Juara Debat se-Asia Pasifik Tantang Ahmad Sahroni Bicara Soal Tunjangan Gaji DPR |
![]() |
---|
Mahfud MD Bongkar Data Terbaru Anggota DPR Bisa Kantongi Gaji Bersih Rp 230 Juta Per Bulan |
![]() |
---|
Gaji Pratama Arhan yang Saat Ini Main di Bangkok United dan Ceraikan Azizah Salsha |
![]() |
---|
Ramai Seruan Bubarkan DPR, Salman Alfarisi: Siap Jika Konstitusional |
![]() |
---|
Segini Gaji Wamennaker Immanuel Ebenezer yang Kena OTT KPK: Gue Sempet Nolak Pas Tahu Kecil |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.