Tribunners
Melawan Arus demi Transformasi Pendidikan Berkualitas
Sebenarnya sistem dari Kemendikdasmen ini sudah bagus, yang terpenting harus ada pengawasan yang ketat.
Jean-Jacques Rousseau, seorang filsuf pendidikan dari Swiss, menekankan pentingnya pemerintah dan setiap sekolah untuk menghargai prinsip kemerdekaan anak. Pendidikan di sekolah harus membantu anak mengembangkan semangat belajar tinggi, kebebasan berbuat, dan tanggung jawab yang luhur.
Infrastruktur yang memadai dengan perpaduan teknologi yang baik untuk setiap sekolah yang ada di Indonesia memungkinkan pandangan sekolah favorit akan hilang. Dengan demikian setiap sekolah di Indonesia, di daerah maupun dikota akan sama kualitasnya sehingga setiap siswa dapat mengembangkan diri secara adil di sekolah mana pun. Dengan kualitas yang bagus dan setara untuk semua sekolah, masa depan semua anak di Indonesia akan terjamin.
Sebagai masyarakat, kita semua sadar bahwa ketidaksetaraan dalam pendidikan dapat menghambat inovasi dan kreativitas, karena hanya sebagian kecil dari populasi yang mendapatkan pendidikan yang memadai untuk berkontribusi secara signifikan dalam bidang-bidang tersebut.
Penting untuk pemerintah pusat dan daerah membuat aturan yang tegas dan transparan mengenai kriteria pendaftaran, termasuk batasan jarak domisili dan prioritas bagi siswa dari daerah kurang mampu.
Perubahan dari PPDB ke SPMB dan sistem domisili merupakan upaya progresif untuk menciptakan keadilan pendidikan. Namun, keberhasilannya bergantung pada implementasi teknis yang transparan, pengawasan ketat, dan komitmen memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan sistem ini tidak mengulang masalah masa lalu. Semua itu demi menciptakan peserta didik yang kompeten, berdaya saing, cerdas, dan bijaksana untuk membangun bangsa Indonesia. Semoga! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250109_Inosensius-Enryco-Mokos.jpg)