Berita Bangka Selatan
Partisipasi Masyarakat Ikut Program CKG di Kabupaten Bangka Selatan Masih Rendah
Padahal program CKG telah mulai dilakukan sejak 10 Februari 2025 lalu. Namun, masih belum banyak masyarakat di daerah itu yang memanfaatkan layanan
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis alias CKG di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung masih rendah.
Padahal program CKG telah mulai dilakukan sejak 10 Februari 2025 lalu. Namun, masih belum banyak masyarakat di daerah itu yang memanfaatkan layanan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa bilang setelah satu bulan program CKG berlangsung minat masyarakat memanfaatkan program pemerintah pusat itu masih rendah.
Terdata sejak 10 Februari sampai 8 Maret 2025 baru sebanyak 206 orang pendaftar program CKG. Dengan partisipasi kehadiran masyarakat memeriksa kesehatan sebesar 81,55 persen dan ketidakhadiran mencapai 18,46 persen.
“Selama satu bulan lebih baru 206 orang pendaftar program CKG. 168 orang di antaranya hadir dan ikut pemeriksaan sementara 38 orang lainnya tidak hadir,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (14/3/2025).
Agus Pranawa mengungkapkan masyarakat yang menerima program CKG adalah individu yang sedang berulang tahun.
Oleh karena itu, program ini merupakan bentuk kado negara untuk warganya yang berulang tahun.
Rendahnya partisipasi masyarakat ikut program CKG diperkiraan bahwa belum banyak masyarakat yang mengetahui program ini. Hasilnya belum banyak pula yang akan memanfaatkannya.
Dalam rangka pembangunan kesehatan, program CKG menjadi pondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hingga kini pemanfaatan CKG oleh masyarakat bukan hal yang wajib. Karena itu, target program akan sejalan dengan tingkat partisipasi warga. Program CKG juga penting di tengah rendahnya kesadaran terhadap kesehatan individu.
“Saat ini program CKG masih terus dilakukan di Kabupaten Bangka Selatan. Terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP-Red) seperti puskesmas,” jelas Agus Pranawa.
Menurutnya terdapat empat kategori pemeriksaan kesehatan yang akan diberikan. Misalnya pemeriksaan kesehatan untuk bayi baru lahir.
Mencakup deteksi dini hormon tiroid, defisiensi enzim G6PD, penyakit jantung bawaan serta skrining untuk memantau pertumbuhan anak.
Balita dan anak prasekolah akan menjalani pemeriksaan skrining tuberkulosis, pemeriksaan pendengaran, penglihatan dan kesehatan gigi.
Jika diperlukan, juga akan dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi thalasemia dan diabetes melitus. Sementara untuk remaja dan dewasa meliputi pengukuran tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula darah.
Selain itu, akan dilakukan pemantauan risiko kardiovaskular, pemeriksaan fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan penyakit paru obstruktif kronis. Lalu, deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru dan kanker usus.
| Deretan Bisnis Afat Bos Timah Basel yang Aset Pribadinya Disita, Terdeteksi Sarang Burung Walet |
|
|---|
| Pemkab Basel Kaji Subsidi Wahana Himpang Lima Habang, Tunggu Proses Regulasi |
|
|---|
| Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen, DPRD Basel Pastikan PPPK Tetap Aman |
|
|---|
| Pemkab Genjot Hilirisasi, 10 Pabrik CPO Ditargetkan Beroperasi 2027 Dengan Nilai Investasi Rp1,4 T |
|
|---|
| Isak Tangis Iringi Pelepasan 37 Orang Jemaah Calon Haji di Masjid Nurunnajah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240518-Kepala-DKPPKB-Kabupaten-Bangka-Selatan-dr-Agus-Pranawa.jpg)