Bangka Pos Hari Ini
Ponpes Al-Islam Kemuja Lestarikan Aksara Arab Melayu, Nurul Senang Bisa Belajar dan Membacanya
Nurul berharap dengan adanya pembelajaran Arab Melayu di pondok-pondok pesantren bisa membuat aksara peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam ...
PERKEMBANGAN teknologi yang sangat pesat, berpengaruh akan pengetahuan soal aksara Arab Melayu, terutama di kalangan remaja.
Pada saat ini banyak dari generasi muda yang biasa disebut Gen Z, tidak lagi mengenal mengenai huruf Arab Melayu tersebut.
Jika hal itu terjadi secara terus menerus tak menutup kemungkinan membuat penggunaan aksara Arab Melayu akan hilang ditelan zaman.
Akan tetapi, sebagai sekolah keagamaan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Desa Kemuja Kabupaten Bangka, masih menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar mengenai aksara Arab Melayu.
Pada pelaksanaanya dengan adanya pembelajaran tersebut, memiliki harapan agar peserta didiknya dapat menggunakan aksara Arab Melayu tak hanya belajar tentang ajaran Islam, tapi juga dalam kesehari-hari.
Salah satu santriwati Ponpes Al Islam Kemuja, Nurul menyebutkan, dirinya mulai belajar penggunaan huruf Arab Melayu sejak masuk ke bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setingkat SMP.
“(Mulai belajar) dari MTs. Mulai agak paham ketika naik ke kelas 8, (sekarang) Alhamdulillah bisa,” kata Nurul.
Menurut Nurul, pelajaran mengenai menulis atau membaca Arab Melayu memiliki tingkat kesulitan sendiri bagi dirinya.
“Agak kesusahan misal huruf (Arab Melayu) harus menggunakan NY atau NG itu tidak tahu. Tapi alhamdulillah sekarang tahu,” tambahnya.
Dikatakan Nurul, bertambahnya pengetahuan soal aksara Arab Melayu itu tidak terlepas dari pembelajaran yang dilaksanakan di Ponpes Al-Islam Kemuja.
“Misalnya pelajaran kitab-kitab di pagi hari. Kemudian saat malam atau salafiyah, di salafiyah itu dominannya Arab Melayu, tidak diperbolehkan pakai huruf latin,” ucapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya pembelajaran Arab Melayu di pondokpondok pesantren itu membuat aksara peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam itu terus berkembang. (Rifqi Nugroho)
| 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo-KRL |
|
|---|
| Lampu Hijau Berujung Petaka, Truk Pupuk Tabrak Motor di Pangkalpinang, 3 Orang Meninggal |
|
|---|
| Kompak Pangkas Mobil Dinas, Bupati dan Wali Kota Siasati Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Kisah Guru Honorer Gowes 6 Km Berbuah Manis, Abdul Azis Dapat Motor dari Donasi |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warga Babel Berpotensi Beralih ke 'Gas Melon' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250321-Bangka-Pos-Hari-Ini-Jumat-2132025A.jpg)