Berita Viral

Awal Mula Polemik Dedi Mulyadi dan GRIB Jaya, Hercules Ancam Kerahkan 50 Ribu Orang ke Gedung Sate

Semua bermula saat Dedi Mulyadi menginstruksikan pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme di 27 daerah di Jawa Barat pada Kamis (27/3/2025) lalu.

|
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
kolase Tribun Pekanbaru
DEDI MULYADI VS GRIB JAYA -- Kolase foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Hercules, Ketua Umum GRIB Jaya. Hubungan Dedi Mulyadi dan GRIB Jaya memanas hingga Hercules mengancam mengerahkan massa ke Gedung Sate Bandung. 

"Kalau hari ini saya bicara di kantor Pemerintahan Provinsi Jawa Barat memang enggak ada premannya?"

"Ya ada cuma mereka lebih elit premannya berdasi, tapi lebih sadis iya ya kan yang mereka makan itu uang rakyat," tegas Gabryel, dikutip dari kanal YouTube Titik Temu.

Gabryel juga menyoroti langkah pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme adalah latah.

Ia menilai pernyataan-pernyataan Dedi Mulyadi yang menyudutkan ormas.

"Jujur saya mendukung program, tapi jangan tendensius. Jangan kalau sudah bicara premanisme bicara kejahatan kenapa sih matanya harus tertuju pada ormas?"

"Kami ormas ini warga negara punya hak ya kan untuk mendapatkan pendidikan yang baik, untuk mendapatkan pekerjaan, untuk mendapatkan masa depan dan kesejahteraan."

"Kami sama kami masyarakat Indonesia punya hak yang sama jadi tolonglah Gubernur Jawa Barat jangan tendensius," tutur Gabryel

Dalam pertanyaan, Gabryel secara terang-terangan menantang Dedi Mulyadi berdebat terkait ormas dan premanisme.

Ia berharap masyarakat dapat tercerahkan dan tidak mengecap semua anggota ormas adalah preman.

"Saya sampaikan di sini saya tantangan terbuka untuk diskusi aktif. Ayo kita ngobrol, jangan supaya jangan masyarakat itu menstigma (negatif) ormas," tandasnya.

Dedi Mulyadi pada pertengahan April 2025 lalu, sudah secara terbuka mengakui pernyataannya terkait ormas dan premanisme adalah salah.

Ia mengaku telah membuat gaduh di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk seluruh masyarakat Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf, apabila setiap hari saya membuat kegaduhan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang tentunya banyak yang tidak menyukainya," kata dia, dikutip dari TribunJabar.id.

Dedi Mulyadi dalam kesempatannya juga menegaskan dirinya bukanlah orang anti kritik.

Ia menerima masukan dari berbagai kalangan. Baginya, kritik adalah hal yang baik.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved