Sosok Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim, Namanya Disebut Hercules saat Minta Tolong ke Yayat Sudrajat

Pada satu momen, Yayat yang sedang berada di Dili, didatangi Hercules. Ia membawa nama senior Yayat, yakni Zacky Anwar Makarim.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Kolase YouTube KompasTV || Kompas.com/Kristanto Purnomo || Youtube Hersubeno Point
ZACKY ANWAR MAKARIM -- (kiri) Mayjen (Purn) Zacky Anwar // (tengah) Hercules // (kanan) Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat || Nama Zakcy Anwar pernah disebut Hercules saat minta tolong pada Yayat Sudrajat 

BANGKAPOS.COM -- Siapa Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim?

Namanya digunakan oleh Hercules ketika meminta bantuan kepada Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat.

Kisah hidup Hercules ini dikuliti Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat baru-baru ini.

Saat berpangkat Letnan Kolonel, Yayat pernah diterjunkan ke Timor Timur (Timtim), kini bernama Timor Leste untuk jajak pendapat.

Pada satu momen, Yayat yang sedang berada di Dili, didatangi Hercules.

Ia membawa nama senior Yayat, yakni Zacky Anwar Makarim.

Hercules datang ke Yayat untuk minta dikawal pulang ke kampung halaman, di sebuah daerah di Timtim.

Ia tidak berani pulang sendirian karena situasi masih kacau saat itu.

"Intinya bahwa dia mau ke kampung halamannya dia tidak berani karena memang di sana pada saat itu di mana-mana chaos, sehingga ya karena dia bawa nama Pak Zacky Anwar, ya saya siapkanlah ya dan aman gitu," kata Yayat bercerita di kanal Youtube Hersubeno Point, tayang, Minggu (4/5/2025).

Lantas siapa sosok Zacky Anwar Makarim?

Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim adalah mantan jenderal di kesatuan Infanteri.

Dikutip dari Wikipedia, Zacky Anwar Makarim lahir pada 14 April 1948.

Zacky merupakan putra dari pasangan Anwar Makarim yang berdarah Arab- Minangkabau, seorang notaris ternama pada masanya.

Sedangkan ibunya seorang perempuan berdarah Arab-Indonesia.

Dikenal sebagai seorang mantan perwira tinggi TNI-AD, Mayjen TNI Purn Zacky Makarim juga merupakan mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA).

Zacky Anwar Makarim diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Satgas Panitia Penentuan Pendapat Timor Timur (P3TT).

Zacky Anwar Makarim ternyata adalah paman dari mantan Mendikbud Nadiem Makarim.

Fakta lain yang menarik, Zacky Anwar Makarim juga seangkatan dengan Kivlan Zein.

Nadiem Makarim yang banyak menghabiskan waktu pendidikannya di Amerika Serikat, ternyata memiliki nasib berbeda dengan pamannya.

Rupanya Zacky Anwar Makarim pernah masuk daftar orang-orang yang dilarang masuk wilayah Amerika Serikat.

Hal tersebut diungkapkan Hashim Djojohadikusumo yang juga adik dari Prabowo Subianto pada Februari 2014.

Diberitakan bbc.com, Zacky Anwar Makarim diduga melakukan pelarangan terkait pelanggaran HAM di Timor Timur.

Saat kerusuhan HAM di Timor Timur terjadi, Zacky berpangkat Mayor Jenderal.

Dia juga pernah menduduki Asisten Intelijen KSAD 1996-1997, dan Kepala Satgas Pantia Penentuan Pendapat Timor Timur. 

Nama Zacky Anwar Makarim Disebut Hercules saat Minta Tolong ke Yayat Sudrajat

Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat mengungkap sosok Hercules yang kini kerap ditakuti dengan ormasnya, justru bernyali penakut ketika di kampung halamannya, Timor Timur (Timtim), kini bernama Timor Leste.

Semasa jejak pendapat 1999 yang akhirnya membuat Timtim lepas dari Indonesia, Yayat saat itu masih berpangkat Letnan Kolonel.

Ia diterjunkan ke Timtim dari Kopassus sebagai Dansatgas Intelijen Tribuana 8.

Yayat memiliki misi memastikan jajak pendapat atau referendum berjalan baik.

Pada satu momen, Yayat yang sedang berada di Dili, didatangi Hercules.

Membawa nama senior Yayat, yakni Zacky Anwar Makarim.

Sebagai gambaran, Yayat merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1982, sedangkan Zacky lulusan Akabri tahun 1971.

Hercules datang ke Yayat untuk minta dikawal pulang ke kampung halaman, di sebuah daerah di Timtim.

Ia tidak berani pulang sendirian karena situasi masih kacau saat itu.

"Intinya bahwa dia mau ke kampung halamannya dia tidak berani karena memang di sana pada saat itu di mana-mana chaos, sehingga ya karena dia bawa nama Pak Zacky Anwar, ya saya siapkanlah ya dan aman gitu," kata Yayat bercerita di kanal Youtube Hersubeno Point, tayang, Minggu (4/5/2025).

"Dia takut pada saat jajak pendapat, saya ketemu dia, dia minta bantuan saya untuk 'Pak tolong saya mengawal saya,' dengan membawa nama Pak Zacky Anwar," paparnya.

Yayat Sudrajat Murka pada Hercules karena Hina Purnawirawan TNI

Dulu minta tolong, Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat geram Hercules menantang rekan seprofesinya, Gatot dan Sutiyoso.

Menurut Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) itu, harusnya Hercules menghormati TNI dan setiap pasukan serta purnawirawannya.

Ia bahkan menyebut keberadaan Hercules di Indonesia bukan karena cinta Tanah Air melainkan karena takut pulang ke kampung halamannya sendiri.

Diketahui sebelumnya, Gatot Nurmantyo sempat murka kepada Hercules karena dianggap telah menghina Sutiyoso, eks Wadanjen Kopassus yang sudah bau tanah. 

Kendati begitu, Hercules menantang dua Jenderal purnawirawan TNI, Gatot Nurmantyo dan Sutiyoso.

Menanggapi hal itu, Yayat mengungkap sosok Hercules yang kini kerap ditakuti dengan ormasnya, justru bernyali penakut ketika di kampung halamannya, Timor Timur (Timtim), kini bernama Timor Leste.

Hercules datang ke Yayat untuk minta dikawal pulang ke kampung halaman, di sebuah daerah di Timtim.

Ia tidak berani pulang sendirian karena situasi masih kacau saat itu.

Dengan jasa itu, seharusnya Hercules berterima kasih kepada TNI dan menghormati setiap pasukan dan purnawirawannya.

"Itulah ya si Hercules lah, dan semua orang tahulah kalau si Hercules itu memang preman gitu loh"

"Dan dia bisa hebat seperti itu, menurut dia ya, kalau saya enggak hebat gitu kan, tadi sudah disampaikan, dia balik ke kampungnya aja dia takut balik ke kampungnya."

"Dia takut pada saat jajak pendapat, saya ketemu dia, dia minta bantuan saya untuk 'Pak tolong saya mengawal saya,' dengan membawa nama Pak Zacky Anwar," paparnya.

Yayat begitu marahnya dengan Hercules sampai-sampai menyebut dadanya ingin meledak.

Seharusnya, kata Yayat, Hercules harus selalu ingat utang budinya kepada TNI yang membawanya ke Indonesia.

"Sebenarnya dada ini pengin meledak gitu loh He dengan omongan-omongan dia itu ya enggak tahu diri ya."

"Saya walaupun misalnya berseberangan dengan siapa gitu dengan senior saya gak akan mungkin saya mau bicara kemudian menghinakan senior saya," jelas Yayat.

Menurut Yayat, Hercules ke Indonesia bukan karena cinta Merah Putih, melainkan karena nyalinya takut tinggal di tanah kelahirannya.

"Mungkin dia enggak ngerti, enggak paham gitu apa sih etika budaya di Indonesia karena dia kan awalnya dari Timtim. Dan dia juga bukan karena cinta ke Indonesia dia lari dari sana takut dia," kata Yayat.

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved