Tribunners

Membangun Kesehatan yang Berkualitas 

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak bisa dipisahkan dari upaya peningkatan kesehatan, di mana perbaikan gizi menjadi komponen utama.

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Kharismana Umia Wulandari
Kharismana Umia Wulandari, S.Tr.Kes. - Pegawai Poltekkes Kemenkes Semarang, Praktisi Kesehatan 

Oleh: Kharismana Umia Wulandari, S.Tr.Kes. - Pegawai Poltekkes Kemenkes Semarang, Praktisi Kesehatan  

SAAT ini, pembangunan kesehatan difokuskan pada pemenuhan layanan kesehatan yang berkualitas, mudah dijangkau, dan berlangsung secara konsisten untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Pada hakikatnya, setiap kebijakan dan program kesehatan dirancang untuk mendukung tercapainya sasaran tersebut.

Secara bertahap, pemerintah telah membangun fondasi penting guna mewujudkan tujuan tersebut. Salah satu pencapaian besar dalam upaya ini adalah pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memberikan jaminan akses layanan kesehatan secara menyeluruh bagi seluruh warga negara. Namun demikian, tersedianya akses layanan kesehatan bukanlah tujuan akhir dari pembangunan kesehatan. Tantangan berikutnya yang perlu diatasi adalah bagaimana menjamin mutu serta keberlanjutan layanan kesehatan tersebut di masa mendatang.

Promotif-preventif

Keberhasilan pembangunan kesehatan saat ini sangat bergantung pada kemampuan kita dalam mengedepankan pendekatan promotif dan preventif dalam menangani berbagai persoalan kesehatan. Pendekatan ini diharapkan menjadi pendorong utama tercapainya tujuan pembangunan kesehatan dengan cara memanfaatkan sumber daya secara optimal tanpa memberikan beban berlebih bagi masyarakat maupun pemerintah.

Menarik untuk dicermati bahwa sebagian besar permasalahan kesehatan masyarakat berakar dari minimnya kesadaran akan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Tingginya angka kejadian penyakit kronis dan katastropik dalam profil kesehatan masyarakat Indonesia makin memperkuat indikasi tersebut.

Sejumlah besar penyakit sebenarnya dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi katastropik apabila upaya promotif dan preventif diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan untuk terus mendorong dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendekatan ini, mengingat dampaknya tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap kemajuan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Penanaman nilai-nilai mengenai pentingnya menjaga perilaku hidup sehat perlu dimulai sejak dini, khususnya saat anak memasuki usia sekolah hingga menginjak usia dewasa. Tanpa adanya upaya yang konsisten dan berkelanjutan, perubahan yang dihasilkan cenderung bersifat sementara dan tidak memberikan dampak jangka panjang.

Pendekatan keluarga, yang menjadi salah satu ciri utama dalam pembangunan kesehatan saat ini, tidak hanya bertujuan untuk menjamin akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga untuk menjangkau kelompok paling rentan yang kesulitan memenuhi kebutuhan kesehatannya secara mandiri. Pendekatan ini ditandai dengan peran aktif tenaga kesehatan dalam memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan, terutama melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah, khususnya keluarga kurang mampu, guna mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan kesehatan mereka secara tepat.

Langkah untuk melampaui penyediaan layanan kesehatan primer semata merupakan inisiatif strategis yang telah lebih dahulu diterapkan di DKI Jakarta, dan diharapkan dapat menjadi contoh yang diadaptasi oleh daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Peralihan dari sekadar menyediakan layanan kesehatan menuju pemberdayaan masyarakat agar mampu mengakses dan memanfaatkan layanan tersebut secara efektif merupakan salah satu ciri utama dalam pembangunan kesehatan masa kini.

Gizi sebagai fondasi

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak bisa dipisahkan dari upaya peningkatan kesehatan, di mana perbaikan gizi menjadi komponen utama. Keluarga yang sehat dengan status gizi yang baik menjadi pilar penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan berkelanjutan, karena kecukupan gizi merupakan dasar bagi tercapainya berbagai tujuan pembangunan lainnya.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa investasi di bidang gizi masyarakat perlu dijalankan seiring dengan pembangunan infrastruktur. Jika infrastruktur menyediakan fondasi fisik sebagai sarana untuk bersaing di tingkat global, maka perbaikan gizi membentuk kapasitas sumber daya manusia sebagai perangkat lunak yang memungkinkan kita bersaing secara optimal dan berdaya saing tinggi.

Oleh sebab itu, gizi perlu dipahami bukan semata sebagai persoalan kesehatan, melainkan sebagai bagian integral dari agenda pembangunan yang lebih luas. Peningkatan status gizi masyarakat pada akhirnya berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan cerdas.

Bonus demografi

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved