Berita Viral

Respon Verrell Bramasta usai Ditantang Bupati Purwakarta Saepul Bahri: Tidak Perlu Berkompetisi

"Saya kira saat ini kita tidak perlu berkompetisi di sini untuk menunjukan siapa yang paling kerja karena semua sudah ada porsi masing-masing."

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Kolase Wartakota/Arie Puji | Dok. Diskominfo Purwakarta
VERRELL DITANTANG BUPATI PURWAKARTA -- (kiri) Anggota DPR RI Verrell Bramasta // (kanan) Bupati Purwakarta Saepul Bahri || Verrell ditantang Saepul Bahri usai kritik program pendidikan militer Dedi Mulyadi, begini responnya 

BANGKAPOS.COM -- Verrel Bramasta ditantang Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein terkait program pendidikan militer Dedi Mulyadi.

Selaku anggota DPR dapil Jabar, Verrel Bramasta merasa perlu mewakili untuk menyuarakan keresahan warganya.

Program pendidikan militer yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga kini masih menuai pro dan kontra.

Baca juga: Harta Kekayaan Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta Siap Danai Siswa Nakal, KDM Sebut Orang Kaya

Ada yang setuju jika anak nakal dikirim ke barak militer untuk mendapatkan pendidikan karakter lebih baik.

Namun tak sedikit yang merasa program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut berlebihan.

Verrel Bramasta lantas menyampaikan kekhawatirannya terkait program Dedi Mulyadi tersebut.

Sayanganya, ia malah diulti oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri.

Menanggapi ulti tersebut, bagaimana respon Verrell Bramasta?

Verrel Bramasta menilai bahwa ia diadu domba.

"Isu yang sedang ramai digoreng saat ini saya meluruskan tidak ada sedikitpun dalam video saya bahwa saya kontra terhadap kebijakan di dapil saya," kata Verrel.

Ia mengaku hanya menyuarakan suara-suara yang tidak setuju siswa dididik di barak militer.

"Pada prinsipnya saya hanya menyuarakan suara mereka yang memiliki pandangn berbeda di dapil saya. Ambil saja itu sebagai bahan pertimbangan. Koreksi dan sempurnakan programnya," katanya.

Maka dari itu Verrel Bramasta pun tak menyanggupi tantangan dari anak buah Dedi Mulyadi.

"Saya kira saat ini kita tidak perlu berkompetisi di sini untuk menunjukan siapa yang paling kerja karena semua sudah ada porsi masing-masing."

"Jadi kalau ada satu dua pihak yang tersinggung, saya anggap mungkin mereka sedang banyak pikiran," kata Verrel.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved