Selasa, 7 April 2026

Sosok Zainuddin Mappa, Eks Dirut Bank DKI Ditangkap Bersama Bos Sritex, Ini Perannya

Zainuddin Mappa adalah eks Dirut Bank DKI, ia mengemban jabatan tersebut pada tahun 2020, ia berperan dalam pemberian kredit ke PT Sritex

Tribunnews/Jeprima
TERSANGKA KORUPSI SRITEX - Zainuddin Mappa (ZM) selaku Direktur Utama PT Bank DKI Tahun 2020 berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (21/5/2025). Zainuddin Mappa adalah eks Dirut Bank DKI, ia mengemban jabatan tersebut pada tahun 2020. 

BANGKPAOS.COM -- Inilah sosok dan peran eks Dirut Bank DKI, Zainudin Mappa yang ikut ditangkap bersama bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto.

Ternyata, Kejagung tak hanya menangkap Iwan Lukminto seorang diri.

Melainkan dua orang lainnya yakni eks Dirut Bank DKI Zainuddin Mappa dan eks pimpinan Divisi Korporasi dan Komersial BJB Dicky Syahbandinata.

Ketiganya pun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi di PT Sritex.

Diketahui kasus korupsi yang menjerat Iwan Setiawan Lukminto ini terkait adanya kredit dari PT Bank Jabar Banten (BJB) dan PT Bank DKI Jakarta terhadap Sritex.

Diketahui kasus korupsi yang menjerat Iwan Setiawan Lukminto Cs terkait adanya kredit dari PT Bank Jabar Banten (BJB) dan PT Bank DKI Jakarta terhadap Sritex.

"Pada hari ini Rabu tanggal 21 Mei tahun 2025 penyidik pada Jampidsus Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan 3 orang tersebut sebagai tersangka karena ditemukan alat bukti yang cukup," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar, dalam konferensi pers Kejagung pada Rabu (21/5/2025), dilansir Kompas TV.

Lantas seperti apa sosok Zainuddin Mapa dan apa perannya?

Sosok dan peran Zainuddin Mappa

Mengutip dari Tribunnews, Zainuddin Mappa adalah eks Direktur Utama (Dirut) Bank DKI, ia pernah mengemban jabatan tersebut pada tahun 2020.

Zainuddin Mappa dan Dicky Syahbandinata berperan dalam pemberian kredit ke PT Sritex secara melawan hukum.

Pasalnya dana kredit tersebut diberikan mereka kepada Sritex dengan tidak menaati prosedur yang ada.

Di antaranya, Sritex tidak memenuhi syarat kredit modal kerja karena hasil penilaian menunjukkan Sritex mendapatkan predikan BB- atau memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi.

Namun Sritex justru bisa lolos dan mendapatkan dana kredit tanpa jaminan.

"Padahal seharusnya pemberian kredit tanpa jaminan hanya dapat diberikan kepada perusahaan atau debitur yang memiliki peringkat A," jelas Qohar.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved