Rabu, 29 April 2026

Haji 2025

Apa Itu Skema Tanazul dan Murur dalam Ibadah Haji 2025? Ini Penjelasan Menteri Agama Nasaruddin Umar

Memasuki musim haji, Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyatakan skema murur dan tanazul akan diterapkan dalam rangkaian ibadah haji 2025.

Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Tribunnews.com
MENTERI AGAMA RI -- Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menjelaskan salah satu langkah strategis dalam penyelenggaraan haji 2025, yakni dengan penerapan skema tanazul dan murur. 

BANGKAPOS.COM - Memasuki musim haji, Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyatakan skema murur dan tanazul akan diterapkan dalam rangkaian ibadah haji 2025.

Pelaksanaan ibadah haji 2025 memiliki skema baru yakni tanazul dan murur. 

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menjelaskan salah satu langkah strategis dalam penyelenggaraan haji 2025, yakni dengan penerapan skema tanazul.

Hal itu, untuk mengurai kepadatan di Mina, sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah.

Nasaruddin mengatakan, skema tanazul maksudnya, jemaah-jemaah yang tinggal di hotel sekitar jamarat (tempat lontar jumrah) akan kembali ke penginapannya setelah tengah malam, tidak menginap di tenda Mina.

"Langkah skema tanazul ini kami ambil untuk mengurangi kepadatan (tenda Mina). Bahkan, lokasi hotel lebih dekat ke tempat lontar jumrah dibandingkan kemah di Mina. Ini ikhtiar kami agar jamaah lebih nyaman dan ibadah lebih lancar," katanya di Jakarta, Senin (27/5/2025).

Menag menambahkan, jumlah jemaah yang akan mengikuti skema tanazul diperkirakan mencapai 30 ribu orang.

Lantas, apa itu tanazul dalam ibadah haji?

Apa Itu Skema Murur dan Tanazul

Dilansir dari situs resmi Kemenag, murur adalah sebuah inovasi dalam manajemen pergerakan jemaah haji pada saat puncak ibadah, khususnya setelah wukuf di Arafah yang melintas di Muzdalifah kemudian menuju Mina.

Para jemaah haji nantinya akan diberangkatkan dari Arafah setelah ibadah maghrib lalu menuju Muzdalifah tanpa turun dan langsung menuju Mina.

Skema murur secara sistematis telah diterapkan pada penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2024 M. Terobosan baru tersebut terbukti berhasil mempercepat proses mobilisasi jemaah dari Muzdalifah ke Mina hingga selesai pukul 07.37 waktu Arab Saudi.

Terdapat lebih dari 50 ribu jemaah haji asal Indonesia yang mengikuti skema ini dan berhasil mengurangi kepadatan jemaah di Muzdalifah.

Selain murur, Kemenag juga memperkenalkan skema tanazul. Terobosan ini bertujuan mengurangi kepadatan jemaah haji saat mabit atau menginap di tenda Mina.

Konsep dari skema tanazul adalah jemaah yang tinggal di hotel dekat area jamarat atau tempat lontar jumrah akan kembali ke hotel dan tidak menempati tenda di Mina.

“Lalu apa itu tanazul? Itu artinya, tidak lagi mutlak seorang jamaah itu harus menginap di tenda yang sudah tersedia di Mina, tetapi bisa menginap di hotel, karena jarak menuju ke kemah mereka itu lebih jauh daripada pergi ke hotel mereka. Kalau ke hotel, perjalanan satu atau 1,5 kilometer sudah sampai, jadi di hotel kan lebih enak tidurnya daripada di tenda” kata Nasaruddin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved