Minggu, 12 April 2026

SPMB 2025

Hari Terakhir SPMB di Pangkalpinang, 20 SD Negeri sudah Overload, Ini Imbauan Dindikbud

Penyebab pendaftar SPMB di 20 SD di Kota Pangkalpinang ini melebihi kapasitas atau overload dikarenakan penyebaran pendaftarnya tidak merata

|
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Erwandy 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Hari terakhir pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Pangkalpinang, 20 SD Negeri sudah melebihi kapasitas atau overload, Minggu pagi (8/6/2025).

Ke-20 sekolah tersebut antara lain SD Negeri 1, SD 3, SD 5, SD 6, SD 10, SD 15, SD 19, SD 20, SD 21, SD 23, SD 24, SD 33, SD 35, SD 40, SD 48, SD 52, SD 55, SD 60, SD 61, dan SD 62.

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang menunjukkan jumlah pendaftar tahun ini mencapai 2.676 anak, atau 84 persen dari total kuota penerimaan sebanyak 3.170 siswa.

Meski secara keseluruhan belum mencapai kuota maksimal, sebaran pendaftar yang tidak merata menyebabkan beberapa sekolah mengalami overload signifikan.

Salah satu sekolah dengan kelebihan pendaftar tertinggi adalah SD Negeri 3 Pangkalpinang. Sekolah ini hanya memiliki daya tampung 120 siswa dalam tiga rombongan belajar (rombel), namun menerima pendaftaran sebanyak 173 siswa.

Dari jumlah tersebut, 166 merupakan jalur domisili, 1 afirmasi, dan 6 mutasi. Artinya, kelebihan mencapai 53 siswa dari kapasitas yang tersedia.

"Antusias masyarakat sangat tinggi. Namun kami tidak bisa menambah rombel atau kuota baru, karena sistem telah dikunci dan terintegrasi secara nasional," ujar Kepala Dindikbud Kota Pangkalpinang, Erwandy, kepada Bangkapos.com, Minggu (8/6/2025).

Erwandy menegaskan, pihaknya akan melakukan proses verifikasi dan validasi data mulai 9 hingga 14 Juni 2025. 

Orang tua yang anaknya terdaftar di sekolah-sekolah yang sudah melebihi daya tampung diminta segera mengalihkan pilihan ke sekolah terdekat yang kuotanya masih tersedia.

"Kami menghimbau agar orang tua tidak memaksakan mendaftarkan anak ke sekolah yang sudah penuh. Semua sekolah negeri di Pangkalpinang memiliki kualitas yang baik," lanjutnya.

Dindikbud juga menekankan bahwa tidak ada lagi praktik "titipan" atau jalur khusus di luar sistem resmi. Seluruh proses SPMB tahun ini dilakukan secara digital dan transparan demi mewujudkan pendidikan yang adil dan berintegritas.

Sementara itu, tercatat masih ada 45 SD negeri di Kota Pangkalpinang yang kuotanya belum terpenuhi. Sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi alternatif pilihan bagi para orang tua.

Proses pendaftaran SPMB untuk jenjang TK dan SD resmi berakhir pada 8 Juni 2025 hari ini. Dengan berakhirnya masa pendaftaran, masyarakat kini menantikan hasil seleksi yang dijadwalkan akan diumumkan setelah proses verifikasi selesai.

"Dindikbud berharap, masyarakat bisa bersama-sama menjaga marwah dan integritas dunia pendidikan di Pangkalpinang, serta memberi kepercayaan penuh kepada sekolah-sekolah negeri yang tersedia untuk menjadi tempat tumbuh dan belajarnya generasi masa depan," tambah Erwandy.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved