SPMB 2025
23 SMP Negeri di Bangka Selatan Kekurangan Murid pada SPMB 2025
Keterbatasan jumlah penduduk usia sekolah ditengarai menjadi penyebab sekolah tersebut kekurangan murid
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat 76,6 persen sekolah menengah pertama ( SMP ) Negeri kekurangan murid pada sistem penerimaan murid baru ( SPMB ) 2025.
Keterbatasan jumlah penduduk usia sekolah ditengarai menjadi penyebab sekolah tersebut kekurangan murid. Hingga kini berbagai upaya masih dilakukan pemerintah untuk memenuhi kuota yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori mengatakan dari total 30 SMP Negeri terdapat 27 satuan pendidikan di antaranya kekurangan murid pada SPMB tahun 2025.
Dari kuota daya tampung disediakan sebanyak 3.412 orang hanya terealisasi sebesar 2.805 orang. Kekurangan siswa itu bervariasi, bahkan kekurangan ada yang mencapai puluhan orang.
“Masih ada 27 SMP Negeri di Kabupaten Bangka Selatan yang kekurangan murid pada SPMB tahun 2025,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (8/7/2025).
Anshori merinci satuan pendidikan yang belum terpenuhi kuotanya hingga akhir SPMB 2025 tersebar merata di delapan kecamatan.
Di Kecamatan Toboali ada SMP Negeri 3 Toboali dengan kekurangan 39 orang murid dan SMP Negeri 4 Toboali enam orang murid. Lalu, SMP Negeri 5 Toboali lima orang murid, SMP Negeri 6 Toboali 61 orang murid serta SMP Negeri 8 Toboali enam orang murid. Di Kecamatan Airgegas ada SMP Negeri 1 Airgegas dengan kekurangan sembilan orang murid dan SMP Negeri 2 Airgegas 47 orang murid.
Kemudian, SMP Negeri 5 Airgegas kekurangan 24 orang murid dan SMP Negeri 6 Satap Airgegas 17 orang murid. Setelah itu di Kecamatan Payung terdapat SMP Negeri 1 Payung dengan kekurangan 22 orang murid, SMP Negeri 2 Payung 16 orang murid, SMP Negeri 3 Payung 20 orang murid dan SMP Negeri 5 Payung 25 orang murid.
Di Kecamatan Simpang Rimba, ada SMP Negeri 1 Simpang Rimba kekurangan 37 orang murid, SMP Negeri 2 Simpang Rimba 48 orang murid dan SMP Negeri 3 Simpang Rimba 39 orang murid.
Selain itu, di Kecamatan Pulau Besar ada SMP Negeri 1 Pulau Besar dengan kekurangan 10 orang murid dan SMP Negeri 2 Pulau Besar 15 orang murid. Di Kecamatan Tukak Sadai hanya ada SMP Negeri 1 Tukak Sadai yang kekurangan 54 orang murid.
Di Kecamatan Lepar ada SMP Negeri 1 Lepar dengan kekurangan 21 orang murid, SMP Negeri 2 Lepar 43 orang murid dan SMP Negeri 3 Lepar 21 orang murid. Terakhir di Kecamatan Kepulauan Pongok yakni SMP Negeri 1 Kepulauan Pongok kekurangan 22 orang murid.
“Jadi secara keseluruhan kekurangan murid itu mencapai 607 orang dari 23 SMP Negeri yang ada,” terang Anshori.
Berdasarkan hasil inventarisasi sementara terdapat penyebab puluhan SMP Negeri kekurangan murid pada tahun ini. Seperti mulai menjamurnya sekolah Swasta dan Madrasah Tsanawiyah di sekitar.
Hal ini menyebabkan sekolah negeri harus berbagi calon siswa dengan sekolah lain. Belum lagi ditambah lulusan sekolah dasar (SD) yang memilih untuk bersekolah di luar daerah, baik karena perpindahan orangtua bekerja ataupun lainnya.
Akan tetapi, penyebab mayoritas puluhan sekolah kekurangan murid lantaran persebaran penduduk yang tidak merata. Sebab, masyarakat di sekitar SMP tersebut tidak terdapat banyak penduduk usia sekolah.
| Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota Daya Tampung Enam SMP Negeri |
|
|---|
| SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025-2026, Dindik Babel Pastikan Tidak Ada Penambahan Rombel |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB SMA/SMK 2025 Resmi Ditutup, Tidak Ada Perpanjangan Waktu |
|
|---|
| 14.060 Siswa Mendaftar di Tahap II SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 |
|
|---|
| SPMB SMP Negeri di Pangkalpinang Overload 105,82 Persen, Tiga Sekolah Kekurangan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kabupaten-Bangka-Selatan-Anshori-ANC-ne.jpg)