Rabu, 6 Mei 2026

Sosok Pembuat Video Umrah ke Candi Borobudur, Begini Pengakuannya

Sosok Yulianto Harimurti, warga Kota Surakarta, menjadi sorotan usai membuat video berbasis AI (Artificial Intelligence) bertema umrah ke Candi Borobu

Tayang:
Penulis: Agis Priyani | Editor: M Zulkodri
Kompas.com/egadia birru
VIDEO VIRAL -- Sosok Yulianto Harimurti, warga Kota Surakarta, menjadi sorotan usai membuat video berbasis AI (Artificial Intelligence) bertema umrah ke Candi Borobudur yang viral di media sosial. Polisi saat ini masih mendalami motif dan isi video tersebut. 

BANGKAPOS.COM - Sosok Yulianto Harimurti, warga Kota Surakarta, menjadi sorotan usai membuat video berbasis AI (Artificial Intelligence) bertema umrah ke Candi Borobudur yang viral di media sosial. Polisi saat ini masih mendalami motif dan isi video tersebut.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Yulianto merupakan warga Solo Raya.

Ia tinggal di Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pria berumur 36 tahun ini sehari-hari berjualan menyan untuk mendapatkan uang.

Fakta tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga  (Disparpora) Kabupaten Magelang, Mulyanto.

"Beliau jualan menyan," katanya, Kamis (12/6/2025), dikutip dari TribunJogja.com.

Mulyanto melanjutkan, dirinya sudah bertemu dengan Yulianto guna membahas polemik video viral umrah ke Candi Borobudur.

Dalam pertemuan itu, Yulianto mengaku membuat video menggunakan aplikasi lunak Google Veo 3.

Ia memanfaatkan fitur Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Yulianto kemudian mengunggah video AI ke akun TikTok pribadinya.

Adapun motifnya membuat video karena ingin promosi dagangannya.

"Beliau menyampaikan bahwa konten itu dibuat untuk kepentingan pribadi."

"Beliau jualan menyan dan ingin turut mempromosikan produk lokal. Tidak ada unsur pesanan dari pihak manapun," tegas Mulyanto.

Nasib Yulianto Harimurti

Nasib pria yang buat video kecerdasan buatan (AI) bertema umrah di Candi Borobudur.

Pelaku bernama Yulianto Harimurti sempat diamankan  penyidik Polresta Magelang usai menjalani pemeriksaan pada Kamis (12/6/2025). 

Namun, Yulianto kini telah dipulangkan ke rumahnya di Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Yang bersangkutan dikenakan wajib lapor ke Polresta Magelang setiap Selasa dan Kamis," ujar Penjabat sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (13/6/2025). 

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, satu unit ponsel milik Yulianto dititipkan ke penyidik.

"Yang bersangkutan menitipkan HP-nya ke penyidik," tambahnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik memberikan 34 pertanyaan seputar pembuatan dan penyebaran video AI umrah di Candi Borobudur.

Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Jihad Islam (DPP FJI) di Yogyakarta pada 4 Juni 2025. 

Arwansyah menyebutkan, penyelidikan masih berlanjut dan akan melibatkan sejumlah ahli untuk dimintai keterangan.

"Tindak lanjutnya, saran dari Siber Polda (Jateng), perlu pemeriksaan ahli agama dari Kementerian Agama Jawa Tengah," jelasnya.

Selain dari sisi keagamaan, kepolisian juga akan meminta pendapat ahli teknologi informasi dan komunikasi, serta ahli bahasa.

"Saat ini masih diasistensi oleh Polda. Jadwal pastinya belum bisa dipastikan, tapi akan dilakukan secepatnya," kata Arwansyah.

Sebelum menjalani pemeriksaan, Yulianto sempat menemui Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto, dalam sebuah pertemuan tertutup.

Dalam pertemuan itu, Yulianto mengakui telah membuat dan mengunggah video AI tersebut ke akun TikTok-nya menggunakan perangkat lunak Google Veo 3.

Ia juga telah menghapus video dan membuat video klarifikasi.

"Beliau minta maaf dan sudah nge-drop (menghapus) kontennya," ujar Mulyanto.

(Bangkapos.com/Tribunnews/Tribun Lampung) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved