SPMB 2025
SMKN 1 Toboali Wajibkan Tes Buta Warna Pada SPMB 2025
Ketentuan tersebut hanya berlaku pada program keahlian tertentu, seperti teknik listrik dan teknik komputer jaringan.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB tahun 2025 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat sedang berlangsung secara online.
Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Toboali mengharuskan calon siswa baru lulus tes buta warna. Ketentuan tersebut hanya berlaku pada program keahlian tertentu, seperti teknik listrik dan teknik komputer jaringan.
Ketua SPMB SMKN 1 Toboali, Sispurwanto mengatakan tes buta warna merupakan hal wajib bagi peserta didik baru. Pasalnya, tes buta warna seringkali menjadi salah satu syarat wajib masuk SMK. Terutama untuk jurusan-jurusan tertentu yang membutuhkan persepsi warna yang baik.
“Tes buta warna untuk mengetahui apakah calon peserta didik baru ada permasalahan pada warna,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (17/6/2025).
Menurutnya semua calon peserta didik harus patuh pada aturan tes buta warna.
Manfaat tes ini murni untuk kenyamanan saat belajar bahkan yang paling utama untuk keselamatan. Sebab, terdapat beberapa program kejuruan yang bersinggungan langsung dengan warna. Misalnya teknik jaringan komputer (TKJ) dan teknik instalasi tenaga listrik (TITL).
Selain itu, teknik kendaraan ringan (TKR) dan teknik sepeda motor (TSM). Tes buta warna membantu memastikan bahwa calon siswa memiliki penglihatan warna yang cukup untuk mengikuti pembelajaran dan praktik di jurusan yang dipilih. Apabila siswa mengalami buta warna akan mengalami kesulitan jika dihadapkan dengan praktik menyambung kabel yang memiliki beragam warna.
“Dampaknya akan sangat riskan. Maka dari itu apabila ada siswa yang tidak bisa membedakan warna kami sarankan untuk tidak mengambil jurusan teknik,” jelas Sispurwanto.
Adapun pada SPMB 2025 ini, SMKN 1 Toboali membuka lima program keahlian yakni TKJ, TKR, TSM, TITL dan desain pemodelan dan informasi bangunan atau DPIB. Dari lima program tersebut disediakan kuota sebanyak 288 orang dengan delapan rombongan belajar. Setiap rombel nantinya diisi sebanyak 36 orang siswa.
Untuk TKJ, TKR dan DPIB masing-masing disediakan sebanyak satu rombel. Sementara untuk program keahlian TITL dan TSM disediakan dua rombel. Sebab, terdapat beberapa program kejuruan yang paling diminati oleh peserta didik baru.
“TSM itu program favorit, begitu pula dengan TKJ. Tapi kami juga tidak tahu kenapa dua jurusan tersebut paling diminati,” ucapnya.
Meskipun begitu kata Sispurwanto tahapan SPMB hingga kini masih berlangsung dan dibuka selama dua tahap.
Untuk tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 10-12 Juni 2025 untuk jalur afirmasi. Tahap kedua dibuka mulai tanggal 19-20 Juni 2025 dan tanggal 23-24 Juni 2025. Dengan ketentuan jalur reguler dan mutasi.
“Untuk SPMB di SMKN 1 Toboali itu ada jalur afirmasi, mutasi dan reguler,” tukas Sispurwanto.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| 23 SMP Negeri di Bangka Selatan Kekurangan Murid pada SPMB 2025 |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota Daya Tampung Enam SMP Negeri |
|
|---|
| SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025-2026, Dindik Babel Pastikan Tidak Ada Penambahan Rombel |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB SMA/SMK 2025 Resmi Ditutup, Tidak Ada Perpanjangan Waktu |
|
|---|
| 14.060 Siswa Mendaftar di Tahap II SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250617-SPMB-BANGKA-SELATAN.jpg)