Senin, 27 April 2026

Tahun Baru Islam 1447 H

Apa Perbedaan Malam 1 Suro dan Muharram? Simak Penjelasan dan Sejarahnya

Muharam merupakan pertanda pergantian tahun baru pada kalender Hijriah. Biasanya, beragam perayaan menyemarakkan momen menyambut Tahun Baru Islam.

Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Tribun Sumsel
MUHARRAM -- Berdasarkan SKB 3 Menteri Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024 dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, Tahun Baru Islam akan jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Pada tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional 1 Muharram Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah. 

Pertama 1 Muharram 1447 Hijriah yang merupakan Tahun Baru Islam, dan kedua adalah 1 Suro 2025 yang merupakan tanggal dalam kalender Jawa.

Lantas apa perbedaan malam 1 suro dengan 1 muharram? simak penjelasannya

1 Suro apakah sama dengan 1 Muharram?

Karena sering diidentikkan, banyak orang yang bertanya-tanya, 1 Suro apakah sama dengan 1 Muharram.

Secara umum, tidak ada perbedaan signifikan dari arti 1 Muharam dan 1 Suro. Keduanya sama-sama bulan pertama pada tahun baru.

Namun, 1 Suro erat kaitannya dengan peringatan Tahun Baru Jawa. Penanggalan pada kalender Jawa sendiri memiliki sistem yang sama dengan kalender Islam.

Pada kalender Jawa dan kalender Islam, penanggalannya dimulai setelah matahari terbenam atau pada waktu Magrib.

Tentu hal ini berbeda dengan kalender Masehi yang pergantian tanggalnya terjadi pada pukul 00.00.

Arti 1 Muharam bagi umat Islam

Tanggal 1 Muharam merupakan pertanda datangnya tahun baru Islam.

Namun, lebih daripada itu, Muharam merupakan bulan yang mulia dengan empat bulan suci lainnya dalam Islam.

Selain Muharam, bulan-bulan suci lainnya adalah Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Keutamaannya dijelaskan dari firman Allah sebagai berikut :

"Sungguh bilangan bulan pada sisi Allah terdiri atas dua belas bulan, dalam ketentuan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketentuan) agama yang lurus. Janganlah kamu menganiaya diri kamu pada bulan yang empat itu. Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS At-Taubah: 36)

Sebagai bulan yang dimuliakan, umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan.

Salah satunya adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.

Pada hari ini, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang berdoa dan meminta ampun kepada-Nya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved