Tahun Baru Islam 1447 H
Apa Perbedaan Malam 1 Suro dan Muharram? Simak Penjelasan dan Sejarahnya
Muharam merupakan pertanda pergantian tahun baru pada kalender Hijriah. Biasanya, beragam perayaan menyemarakkan momen menyambut Tahun Baru Islam.
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
Arti 1 Suro bagi masyarakat Jawa
Sementara itu, tanggal 1 Suro yang dikenal sebagai hari sakral masyarakat Jawa merupakan hari pertama pada kalender Jawa. Tentu tidak jauh berbeda dengan pemaknaan 1 Muharam bagi umat Islam.
Dilansir dari NU Online, kata 'suro' berasal dari kata 'asyura' dalam bahasa Arab. Hal ini pertama kali diinisiasi oleh Sultan Agung, pemimpin Kerajaan Mataram Islam. Ia menggabungkan penanggalan Hijriah dengan tarikh Saka.
Dinamakan Suro karena tujuannya agar perayaan tahun baru umat Islam dapat digelar secara bersamaan dan menjadi cara untuk mempersatukan masyarakat Jawa yang terpecah.
Selain itu, 1 Suro juga kerap dikaitkan dengan berbagai mitos. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan para makhluk halus.
Oleh karena itu, banyak mitos yang tidak boleh dilanggar saat malam 1 Suro, seperti larangan keluar rumah. Hal ini dikarenakan 1 Suro merupakan bulan yang sakral.
(Bangkapos.com/Tribun Medan/Tribunnews)
| Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharam 1447 Hijriah, Simak Bacaan Niat Puasanya |
|
|---|
| Inilah Jadwal Puasa Tasua dan Puasa Asyura di Bulan Muharam 1447 Hijriah atau 2025 Masehi |
|
|---|
| Cara Shalat Tasbih Lengkap Bacaan Niat dan Waktunya, Amalan Sunnah Tahun Baru Islam |
|
|---|
| Kumpulan Ucapan Memperingati Tahun Baru islam 1447 H yang Menyentuh Hati, Bagikan ke Medsos |
|
|---|
| Bacaan Niat Puasa 1 Muharram Tahun Baru Islam 1447 Hijriah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/1-Muharram-2025.jpg)