Kapal Tenggelam di Selat Bali

Fakta-fakta Kapal Tenggelam di Selat Bali, Ruang Mesin Bocor, Panggilan Darurat Hingga Bantuan Telat

Sebelum kapal mengangkut 53 penumpang, 12 ABK dan 22 unit kendaraan itu tenggelam, sempat mengalami kebocoran pada ruang mesinnya.

Editor: fitriadi
Istimewa via Tribunnews.com
KAPAL TENGGELAM - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis (3/7/2025) dini hari pukul 00.22 WITA. Kapal mengangkut 53 penumpang, 12 awak dan 22 kendaraan tenggelam setelah mengalami mati mesin total. Empat orang ditemukan selamat, sisanya masih dicari. 

BANGKAPOS.COM, GILIMANUK - Penyebab tenggelamnya Kapal motor penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis (3/7/2025) dinihari belum ada kepastian.

Namun sebelum kapal mengangkut 53 penumpang, 12 ABK dan 22 unit kendaraan itu tenggelam, sempat mengalami kebocoran pada ruang mesinnya.

Kebocoran itu lah yang diduga menjadi penyebab kapal perlahan-lahan tenggelam dimasuki air dan dihempas gelombang.

Baca juga: Cerita Detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Bantuan Belum Datang Hingga Pagi

Kapal ini berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali, pada Rabu (2/7/2025) malam.

Informasi yang beredar di grup WhatsApp tersebut dibagikan pihak Pelabuhan Gilimanuk.

"Pada pukul 00.16 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," tulis informasi tersebut.

Selanjutnya, pada pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami black out atau mati lampu.

Kemudian, pada pukul 00.22 WITA, KM Tunu Pratama Jaya 3888 yang dalam posisi akan mengejar dan membantu KMP Tunu Pratama Jaya menginformasikan ke LPS Gilimanuk bahwa Kapal KMP Tunu Pratama Jaya sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat *-08°09.371', 114°25.1569.

Baca juga: Satu Persatu Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali Ditemukan Meninggal, 55 Orang Masih Hilang

Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi membenarkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat melakukan distress atau panggilan darurat tak lama setelah berangkat dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB.

"Pukul 23.20 WIB kami mendapat info perwira jaga KMP Tunu Pratama Jaya panggilan distress," kata Wahyu, Kamis (3/7/2025), dilansir Kompas.com.

Berselang 15 menit kemudian, tepatnya pukul 23.35 WIB, kapal tenggelam, terlihat dari petugas jaga syahbandar.

Pukul 00.18 WIB, tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. RIB diterjunkan ke titik terakhir kapal tersebut terpantau untuk proses evakuasi.

Namun saat itu belum ada pembaruan informasi soal kondisi penumpang.

"Kami belum terhubung dikarenakan terkendala cuaca buruk. Di titik lokasi, ombak mencapai 2,5 meter," kata Wahyu.

Kondisi cuaca saat kapal tenggelam

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved