Buaya Terkam Penambang Timah
Tiga Pawang Buaya Asal Bukit Layang Didatangkan ke Lokasi, Keluarga Harap Korban Segera Ditemukan
Pawang buaya pun mengawalinya dengan duduk di atas ponton, kemudian memagang air dekat aliran sungai yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari ...
Penulis: Adi Saputra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan Febri (19), penambang pasir timah yang hilang setelah diterkam buaya di Sungai Pelaben, Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Hingga Kamis (3/7/2025) siang, korban belum berhasil ditemukan meski pencarian intensif dilakukan sejak Rabu malam.
Tak hanya melibatkan Tim SAR gabungan dan warga yang melakukan pencarian secara manual, pihak keluarga korban juga mendatangkan pawang buaya dari Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka. Tiga orang pawang tersebut tiba di lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian secara spiritual dan tradisional.
"Aox (iya) ini pawang dari Bukit Layang kami bawa kesini bantu cari korban," ucap Acin Ketua Laskar Sekaban ketika tiba di lokasi.
"Mana keluarga korban sini, ini ada pawang buaya mau ngomong sebelum mencari korban," ujarnya.
Baca juga: Tim SAR Gunakan Alat Setrum Cari Febri yang Diterkam Buaya, Buaya Muncul Tapi Korban Belum Ditemukan
"Ini kakak korban, teman kerja korban saat kejadian," kata seorang pria yang menunjukkan keluarga korban diterkam buaya.
"Mohon bantuannya pak, semoga korban cepat ketemu," ucap seorang wanita kepada pawang buaya.
"Baiklah, dimana lokasinya dan kita kesana dulu," ungkap salah satu pawang buaya asal Bukit Layang.
Tak lama kemudian, ketiga pawang ditemani ketua Laskar Sekaban dan sejumlah keluarga korban menaikki ponton tempat korban pertama kali diterkam buaya dan belum ditemukan hingga pukul 10.50 WIB.
Pawang buaya pun mengawalinya dengan duduk di atas ponton, kemudian memagang air dekat aliran sungai yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari tempat ponton terparkir.
Baca juga: Pencarian Korban Buaya di Merawang Diwarnai Temuan Baju, Ternyata Bukan Milik Korban
Baca juga: Gubernur HIdayat Pastikan TB. Majestic Artic Harus Ganti Rugi Usai Tabrak Bantalan Jembatan Emas
Diberitakan sebelumnya, nasib tragis menimpa seorang penambang pasir timah di Sungai Pelaben Jembatan Air Anyir Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka yang diterkam buaya, Rabu (2/7/2025) sekitar 18.21 WIB.
Korban bernama Febry Yansah (19) yang sebelum kejadian sekitar pukul 17.45 WIB, sedang memperbaiki alat ponton timah sembari mendorong ponton timah bersama temannya bernama Iwan.
Kemudian, saat menarik ponton Iwan melihat korban diterkam buaya didekat korban ponton hingga ditario kedalam sungai.
Melihat kejadian tersebut Iwan segera melaporkan kejadian ke keluarga korban, selanjutnya keluarga korban melaporkan ke Kansar Pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.
Setelah menerima informasi dari keluarga korban, Kansar Pangkalpinang memberangkatkan 1 Tim rescue menuju lokasi kejadian yang berada di sungai pelaben.
Setiba di lokasi, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, Polairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, Babinsa Desa Air Anyir, Koramil, BPBD Bangka, Laskar Sekaban, masyarakat beserta Keluarga korban melakukan upaya pencarian dengan menyisiri air menggunakan perahu kayu.
| Dua Tangan Febry Hilang Diterkam Buaya Sungai Pelaben, Jasadnya Ditemukan 1 Mil di Lahan Eks Tambang |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Jenazah Penambang Diterkam Buaya Sungai Pelaben Ditemukan 2 KM dari Tempat Kejadian |
|
|---|
| Penambang yang Diterkam Buaya di Air Anyir adalah Pendatang dari Bengkulu, Baru Kerja 6 Bulan |
|
|---|
| Hari Kedua Pencarian Febry Yansyah, Korban Diterkam Buaya di Air Anyir Belum Membuahkan Hasil |
|
|---|
| Sungai Dirusak Penambang Ilegal Buaya Terkam Manusia, Alobi Ajak Masyarakat Babel Jaga Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250703-DITERKAM-BUAYA-Pawang-buaya-saat-berada-di-atas-ponton-tempat-korban-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250703-DITERKAM-BUAYA-Pawang-buaya-saat-berada-di-atas-ponton.jpg)