Selasa, 19 Mei 2026

Keluarga Duga Misri jadi Kambing Hitam Kasus Kematian Brigadir Nurhadi, Minta Polisi Transparan

"Saya berharap putri saya tidak hanya jadi kambing hitam dalam kasus ini," tegas ibunda Misri dalam wawancara dengan Kompas.com...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Kolase Ist / Instagram @misripuspita11_
KASUS PEMBUNUHAN POLISI -- (kanan) Kompol Yogi / (kiri) Misri | Dalam kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi, keluarga duga Misri jadi kambing hitam. Ibunda Misri meminta pihak kepolisian tidak menutup-nutupi kasus ini. 

BANGKAPOS.COM -- Keluarga Mirsi Puspitasari menduga wanita asal Jambi tersebut menjadi kambing hitam dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi.

Ibunda Misri meminta agar kasus tewasnya Brigadir Nurhadi tidak ditutupi.

Penetapan tersangka terhadap Misri Puspitasari dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi menimbulkan kekecewaan dari pihak keluarga.

Pihak keluarga meminta penyidik Polri transparan dalam mengungkap kasus yang menyeret Misri.

"Saya berharap putri saya tidak hanya jadi kambing hitam dalam kasus ini," tegas ibunda Misri dalam wawancara dengan Kompas.com di kediamannya di Kabupaten Muaro Jambi, dilansir dari Kompas.com, Kamis (10/7/2025).

"Kami cuma minta supaya tidak ada yang ditutupi dalam kasus ini, dibuka apa adanya," sambungnya.

Sebelumnya, Ibunda Misri mengaku sempat dihubungi putrinya yang menangis terisak setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, (2/6/2025).

Awalnya, Ibunda Misri mengungkapkan jika putrinya berpamitan melalui telepon untuk memberitahukan bahwa ia akan pergi ke Lombok menemani seseorang.

"Sekembalinya dari Lombok, dia akan mengirimkan uang untuk biaya pendidikan adiknya yang akan masuk kuliah serta adiknya yang bungsu untuk masuk Taman Kanak-Kanak (TK)," ungkapnya.

Sang ibunda pun memberikan izin untuk Misri.

"Sebelum kejadian, dia pamit, 'Ma, aku mau nemani orang ini ke Lombok,' terus saya jawab, 'Ya hati-hati saja'," kata Ibunda Misri, saat diwawancarai.

Namun, Ibunda Misri tidak menyebutkan siapa orang yang dimaksud putrinya tersebut.

Tak lama kemudian, Ibunda Misri menerima telepon dari putrinya, suara yang pertama terdengar adalah tangisan.

"Waktu itu dia telepon sambil nangis, dia bilang, 'Ma, kok ayuk (kakak perempuan dalam bahasa Jambi) tertuduh, padahal ayuk gak tau sama sekali, ayuk bantu orang ini, ayuk bantu orang kok ayuk tertuduh'," ungkap ibunda Misri, merujuk pada pengakuan putrinya yang merasa tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.

Telepon itu menjadi percakapan terakhir IM dengan putrinya, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved