Pacu Jalur Menggema
Kisah dan Profil Dikha Sebelum Pacu Jalur Menggema, Perenang Andal dan Gerakan Tercipta Spontan
Sosok anak laki-laki di balik tren tarian itu adalah Rayyan Arkan Dikha, anak berusia 11 tahun di Riau.
BANGKAPOS.COM - Video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki berkacamata hitam berdiri di atas perahu balap panjang dan melakukan tarian sekarang terkenal di belahan nusantara bahkan dunia.
Sosok anak laki-laki di balik tren tarian itu adalah Rayyan Arkan Dikha, anak berusia 11 tahun di Riau.
Terkenal lewat tariannya dalam Tradisi Pacu Jalur Riau, sosok Dikha panggilan si bocah kini menyebar luas di internet, dan saat ini menjadi tren di kalangan atlet dunia.
Baca juga: Profil Penyanyi AS Melly Mike yang Tak Sabar Tampil di Pacu Jalur Riau, Lagunya Berada di Urutan 1
Tarian Pacu Jalur tersebut dianggap sebagai representasi utama dari "Aura Farming", sebuah frasa populer di internet untuk gerakan yang terlihat keren dan membangun karisma seseorang.
Pasalnya, gerakannya yang penuh gaya dan mudah diikuti itu telah ditiru di seluruh dunia.
Banyak nama besar di dunia olahraga, misalnya pemain american football Travis Kelce, pembalap F1 Alex Albon dan tim sepak bola Paris Saint-Germain, telah meniru tren tarian itu.
"Saya Sendiri Menciptakan Tarian Ini"
Sosok di balik tren tarian itu adalah Rayyan Arkan Dikha, anak berusia 11 tahun di Riau.
Kepada BBC Indonesia yang dilansir Kompas.com, ia bercerita bagaimana ide membuat tarian viral itu muncul begitu saja.
Baca juga: Mengenal Pacu Jalur dari Riau yang Viral Diklaim Warganet Malaysia, Mulai Abad ke-17 dan Masuk WTWB
"Saya sendiri yang menciptakan tarian ini. Tarian itu tercipta secara spontan," ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Belum lama ini, siswa kelas 5 SD dari sebuah desa di Kabupaten Kuantan Singingi tersebut baru saja memulai debutnya di ajang balap perahu tingkat nasional. Perlombaan itu dikenal dengan istilah pacu jalur.
"Pacu" berarti lomba dan "jalur" merujuk pada perahu panjang seperti kano yang dilombakan.
Posisi Dikha di atas perahu disebut sebagai Togak Luan, atau penari di ujung perahu yang bertugas memberi semangat kepada para awak perahu.
Dalam video yang tersebar luas, dia mengenakan pakaian adat Teluk Belanga dengan penutup kepala khas Melayu Riau.
Ia berdiri di haluan perahu balap yang didayung oleh setidaknya 11 orang dewasa.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.