Merek Beras Oplosan Apa Saja? Simak Daftarnya, Ciri-ciri dan Bahayanya
Daftar merek beras oplosan di antaranya adalah merek Ayana, Food Station, Raja Platinum, Larisst, Slyp Hummer hingga Medium. Fortune Sania
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Sejumlah merek beras oplosan yang beredar di pasaran Indonesia saat ini sedang jadi sorotan.
Keberadaannya terungkap berdasarkan investigasi yang dilakukan Kementerian Pertanian bersama dengan Satgas Pangan Polri.
Sejauh ini ada 26 merek beras oplosan yang sudah diketahui publik berdasarkan pemberitaan.
Kasus ini diperkirakan menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, mencapai hingga Rp1.000 triliun.
Baca juga: Daftar 26 Beras Oplosan yang Rugikan Negara hingga Rp 1.000 Triliun: Sania, Fortune, hingga Alfamidi
Baca juga: Siapa Sosok Mantan Suami Putri Karlina Wabup Garut, Calon Istri Maula Sudah Punya 3 Anak
Hasil investigasi menyebut ada 212 merek beras yang diduga kuat merupakan oplosan serta tidak memenuhi standar mutu dan kini beredar di masyarakat.
Pelanggaran soal mutu beras ini mencakup ketidaksesuaian berat kemasan, komposisi isi, hingga informasi pada label produk.
Beberapa merek diketahui mencantumkan kemasan 5 kilogram, namun setelah ditimbang, isinya hanya sekitar 4,5 kilogram.
Selain itu, banyak produsen yang mengklaim produknya sebagai beras premium, padahal kualitasnya tergolong biasa.
"Contoh ada volume yang mengatakan 5 kilogram, padahal 4,5 kg. Kemudian ada yang 86 persen mengatakan bahwa ini premium, padahal itu adalah beras biasa. Artinya apa? Satu kilo bisa selisih Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram," kata Amran dalam video yang diterima Kompas.com, dikutip Rabu (16/7/2025).
Praktik manipulasi beras ini diperkirakan merugikan konsumen hingga mencapai Rp 99 triliun setiap tahun, mendekati angka Rp 100 triliun.
Daftar Merek Beras Diduga Oplosan
Dilansir dari Bangka Post (16/7/2025), berikut daftar beras yang diduga oplosan:
- Ayana
- Food Station
- Raja Platinum
- Larisst
- Slyp Hummer
- Medium Pandan Wangi
- Fortune
- Sania
- Topi Koki
- Setra Pulen
- Beras Pulen Wangi
- Leezaat
- Pandan Wangi BMW Citra
- Beras Premium Setra Ramos
- Kepala Pandan Wangi
- Dua Koki
- Sovia
- Raja Ultima
- Kakak Adik
- Alfamidi Setra Pulen
- Setra Ramos
- Ramos Premium
- Elephas Maximus
- Raja Udang
- Beras Subur Jaya
- Siip
Respons Produsen
Menanggapi dugaan keterlibatan merek dalam praktik pengoplosan beras, sejumlah produsen menyatakan dukungan terhadap proses penelusuran yang sedang dilakukan oleh Satgas Pangan Polri.
Kepala Divisi Unit Beras PT SUL, Carmen Carlo Ongko, menyatakan bahwa pihaknya menghormati dan mendukung penuh pemeriksaan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya langkah ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap rantai pasok pangan nasional.
“Dalam menjalankan operasional bisnis, kami memastikan seluruh proses produksi dan distribusi beras PT SUL dijalankan sesuai dengan standar mutu dan regulasi yang berlaku,” kata Carmen dalam pernyataan resminya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan internal perusahaan dilakukan secara berkala dan ketat, mencakup aspek takaran, kebersihan, serta pelabelan produk.edar di Minimarket, Waspada Saat Membeli
“Kami belum menerima hasil akhir dari proses pemeriksaan yang berlangsung, namun tetap terbuka terhadap evaluasi dan terus secara rutin melakukan langkah perbaikan demi menjamin kualitas produk untuk masyarakat,” ujar Carmen dikutip via Kompas.com.
Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan koordinasi internal.
“Saya akan koordinasi, dan men-cross check dulu,” kata Karyawan.
Di sisi lain, Kompas.com telah mencoba menghubungi Wilmar Group dan PT Belitang Panen Raya untuk meminta klarifikasi, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari kedua pihak tersebut.
Ciri ciri Beras Oplosan
Mengutip kompas.com, Pakar Teknologi Industri Pertanian dari IPB University, Prof Tajuddin Bantacut, mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli beras.
Ia membeberkan sejumlah ciri-ciri beras oplosan yang dapat dikenali secara kasat mata oleh konsumen.
“Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran, maka dapat dicurigai sebagai beras yang telah dioplos, dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing,” ujar Prof Tajuddin dalam wawancara daring pada Rabu (10/7/2025) dikutip dari ipb.ac.id
Menurutnya, beras oplosan umumnya memiliki warna butiran yang tidak seragam, ukuran butir berbeda-beda, dan tekstur nasi menjadi lembek setelah dimasak.
Bahaya Beras Oplosan
Dalam beberapa kasus, beras oplosan juga dicampur dengan bahan tambahan asing, termasuk zat pewarna atau pengawet berbahaya, yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
“Hindari membeli beras tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas. Cuci beras sebelum dimasak dan waspadai bila ada benda asing yang mengambang,” tegasnya. (Bangkapos.com/ Kompas.com)
| Alasan Pramono Anung Tunjuk Eks Pj Gubernur Jakarta Jadi Komut Food Station, Singgung Track Record |
|
|---|
| Cerita Warga Sidoarjo Untung Rp13 Miliar Oplos Beras Premium, Baru Produksi 2 Tahun |
|
|---|
| Karyawan Gunarso Dirut BUMD Tersangka Kasus Beras Oplosan, Dulu Pejabat Perum Bulog |
|
|---|
| Inilah 3 Tersangka Kasus Beras Oplosan yang Merugikan Rakyat, Dirut dan 2 Anak Buahnya Terlibat |
|
|---|
| Warga Diminta Jadi 'Detektif' Pangan, Awasi Beras Oplosan di Pangkalpinang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250716-merek-beras-oplosan.jpg)