Kamis, 30 April 2026

Berita Viral

Kisah Dea Anak Nelayan Diterima Kuliah di ITB, Wabup Bantah Gusur Rumahnya: Pemilik Minta Kosongkan

Kisah ini dibagikan langsung oleh Imam Santoso, dosen di program studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan...

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
Instagram @sansosoim
KISAH DEA ANAK NELAYAN -- (kiri) Piala Dea, ia dikenal sebagai sosok berprestasi / (kanan) Made Dea Vio Lantini, calon mahasiswi ITB menangis saat ditemui tim dari Paragoncorp dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di kediamannya yang terancam digusur di pesisir Pantai Penimbangan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. 

BANGKAPOS.COM -- Kisah Made Dea Vio Lantini, anak seorang nelayan di Buleleng, Bali, viral di media sosial.

Ia baru saja diterima di salah satu kampus terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di balik prestasinya yang mampu kuliah di ITB, ada kisah pilu yang ternyata dihadapi oleh keluarga Dea.

Baca juga: Kisah Rinaldi Pemuda Sulsel Undang 60 Artis dan Publik Figur saat Nikahi Dokter Lulusan China

Rumah mereka di Buleleng digusur.

Kisah ini dibagikan langsung oleh Imam Santoso, dosen di program studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB sekaligus kreator konten.

Ketika didatangi ke kediamannya, gadis yang akrab disapa Dea tersebut tidak kuasa menahan tangisnya.

Bahkan, Imam Santoso pun ikut terharu saat melihat Dea menangis.

"Aku jadi nangis," kata Imam Santoso, Kamis (17/7/2025).

Dalam keterangan unggahannya, Imam Santoso mengatakan, Dea adalah anak seorang nelayan di Bali.

Dea dan keluarganya tinggal di rumah sederhana di pesisir pantai Bali.

Namun, keterbatasan ekonomi tidak membuat Dea untuk berhenti berprestasi.

"Dari rumah yang mau digusur di pesisir pantai Bali, ada Dea anak nelayan juara debat nasional piala MK dan keterima FTI, ITB," kata Imam Santoso.

Dosen ITB dan timnya kemudian tampak memasuki rumah kediaman Dea.

Di dalam rumah dua lantai dengan alas kayu sebagai pijakan, terdapat banyak piagam milik Dea.

"Piagam satu lantai tidak muat," lanjutnya, dikutip dari Tribun Jabar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved