Minggu, 17 Mei 2026

Tribunners

Pendidikan Berbasis Nilai di Tengah Gempuran Teknologi

Teknologi memang membawa banyak perubahan, tetapi ia bukan penentu utama arah perkembangan peserta didik, manusialah yang memegang kendali atasnya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: fitriadi
Dokumentasi Muhammad Isnaini
Muhammad Isnaini, Pemerhati Pendidikan dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang. 

Teknologi bisa menjadi ruang dialog baru, bukan sekadar tempat pamer eksistensi.

Lebih jauh lagi, pendidikan berbasis nilai di era digital juga harus mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal.

Nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas yang sudah tertanam dalam masyarakat harus diangkat dan dikontekstualisasikan dalam bahasa digital agar tidak tergerus oleh arus global yang seragam dan dangkal.

Misalnya, prinsip gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan toleransi dapat diterjemahkan ke dalam konten-konten digital yang menarik dan mudah diakses generasi muda.

Tantangan teknologi digital harus dijawab dengan kreativitas, bukan dengan penolakan.

Dunia pendidikan perlu memposisikan teknologi sebagai sahabat dalam membentuk karakter, bukan sebagai ancaman.

Maka selama ada kesungguhan dari para pendidik, kebijakan yang mendukung, dan budaya sekolah yang sehat, nilai-nilai moral dan karakter tidak hanya mungkin ditanamkan, tetapi justru bisa diperkuat di tengah derasnya arus teknologi yang ada.

Akhirnya pendidikan berbasis nilai di tengah gempuran teknologi bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru dalam situasi inilah, pendidikan nilai menjadi semakin relevan dan mendesak.

Teknologi memang membawa banyak perubahan, tetapi ia bukan penentu utama arah perkembangan peserta didik, manusialah yang memegang kendali atasnya. Maka, pendidikan harus terus bertransformasi dengan tetap berpegang pada esensi kemanusiaannya.

Guru, kurikulum, dan budaya sekolah memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa nilai-nilai moral dan karakter tidak tergerus oleh arus digital, tetapi justru menemukan bentuk baru yang lebih kontekstual dan bermakna. Wallahu a’lam Bisshowab.

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved