Tribunners
Pendidikan Berbasis Nilai di Tengah Gempuran Teknologi
Teknologi memang membawa banyak perubahan, tetapi ia bukan penentu utama arah perkembangan peserta didik, manusialah yang memegang kendali atasnya.
Teknologi bisa menjadi ruang dialog baru, bukan sekadar tempat pamer eksistensi.
Lebih jauh lagi, pendidikan berbasis nilai di era digital juga harus mempertimbangkan konteks sosial budaya lokal.
Nilai-nilai kearifan lokal dan religiusitas yang sudah tertanam dalam masyarakat harus diangkat dan dikontekstualisasikan dalam bahasa digital agar tidak tergerus oleh arus global yang seragam dan dangkal.
Misalnya, prinsip gotong royong, sopan santun, tanggung jawab, dan toleransi dapat diterjemahkan ke dalam konten-konten digital yang menarik dan mudah diakses generasi muda.
Tantangan teknologi digital harus dijawab dengan kreativitas, bukan dengan penolakan.
Dunia pendidikan perlu memposisikan teknologi sebagai sahabat dalam membentuk karakter, bukan sebagai ancaman.
Maka selama ada kesungguhan dari para pendidik, kebijakan yang mendukung, dan budaya sekolah yang sehat, nilai-nilai moral dan karakter tidak hanya mungkin ditanamkan, tetapi justru bisa diperkuat di tengah derasnya arus teknologi yang ada.
Akhirnya pendidikan berbasis nilai di tengah gempuran teknologi bukanlah sesuatu yang mustahil. Justru dalam situasi inilah, pendidikan nilai menjadi semakin relevan dan mendesak.
Teknologi memang membawa banyak perubahan, tetapi ia bukan penentu utama arah perkembangan peserta didik, manusialah yang memegang kendali atasnya. Maka, pendidikan harus terus bertransformasi dengan tetap berpegang pada esensi kemanusiaannya.
Guru, kurikulum, dan budaya sekolah memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa nilai-nilai moral dan karakter tidak tergerus oleh arus digital, tetapi justru menemukan bentuk baru yang lebih kontekstual dan bermakna. Wallahu a’lam Bisshowab.
| Bum Panjang TTB Toboali, Pelabuhan Lawas yang Kembali Berdetak |
|
|---|
| Hardiknas 2026: Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua |
|
|---|
| Kepedulian Sosial Sesama Jemaah dalam Berhaji |
|
|---|
| 11 Tuntutan Buruh dan Harapan di Era Presiden Prabowo Subianto |
|
|---|
| Gerbong Dipindah, Masalah Tak Berpindah: Empati yang Hilang dalam Komunikasi Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250722-Muhammad-Isnaini-Dekan-UIN-Raden-Fatah.jpg)