Kamis, 7 Mei 2026

2 Modus Curang Produsen Beras, Pantas Saja Prabowo Marah Besar, Kejagung Turun Tangan

Ada dua modus praktik curang tersebut. Modus pertama, beras kualitas biasa dioplos menjadi beras dengan label premium.

Tayang:
Editor: fitriadi
Kolase Bangka Pos
BERAS OPLOSAN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap beras oplosan marak beredar di pasar tradisional dan ritel modern. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Praktik curang produsen beras untuk menangguk keuntungan ternyata sudah merajalela di Indonesia.

212 merek beras yang beredar di pasaran terindikasi dimanipulasi kualitas dan kuantitasnya.

Ada dua modus praktik curang tersebut. Modus pertama, beras kualitas biasa dioplos menjadi beras dengan label premium.

Modus lainnya adalah mengurangi takaran pada kemasan produk beras yang kemudian dipasarkan di toko tradisional hingga toko modern.

Praktik manipulasi kualitas dan kuantitas beras ini ditemukan investigasi Tim Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, beras oplosan beredar bahkan sampai di rak supermarket dan minimarket, dikemas seolah-olah premium, tapi kualitas dan kuantitasnya menipu. 

Temuan tersebut merupakan hasil investigasi Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan yang menunjukkan 212 merek beras terbukti tidak memenuhi standar mutu, mulai dari berat kemasan, komposisi, hingga label mutu.

Beberapa merek tercatat menawarkan kemasan “5 kilogram (kg)” padahal isinya hanya 4,5 kg. Lalu banyak di antaranya mengeklaim beras premium, padahal sebenarnya berkualitas biasa.

"Contoh ada volume yang mengatakan 5 kilogram padahal 4,5 kg. Kemudian ada yang 86 persen mengatakan bahwa ini premium, padahal itu adalah beras biasa. Artinya apa? Satu kilo bisa selisih Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram," kata Arman dalam video yang dikutip pada Sabtu (12/7/2025).

“Ini kan merugikan masyarakat Indonesia, itu kurang lebih Rp 99 triliun, hampir Rp 100 triliun kira-kira, karena ini terjadi setiap tahun. Katakanlah 10 tahun atau 5 tahun, kalau 10 tahun kan Rp 1.000 triliun, kalau 5 tahun kan Rp 500 triliun, ini kerugian," ungkap Arman.

5 Merek Beras Positif Dioplos

Tim Satgas Pangan Polri  mengungkap saat ini ada lima merek beras premium yang melanggar mutu hingga takaran.

Beras premium tersebut dioplos oleh produsen sebelum disebarluaskan ke pasaran.

Selain menemukan 5 merek beras oplos, Satgas Pangan juga menemukan ada tiga produsen yang melakukan penyelewengan tersebut.

Baca juga: Daftar 26 Beras Oplosan yang Rugikan Negara hingga Rp 1.000 Triliun: Sania, Fortune, hingga Alfamidi

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved