Kamis, 30 April 2026

Tribunners

Sungai Kita Sakit, tetapi Belum Mati

Saya percaya bahwa sungai-sungai di Bangka Belitung, dan seluruh Indonesia, masih memiliki asa untuk pulih.

Tayang:
Editor: suhendri
ISTIMEWA
Randi Syafutra - Dosen Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung 

Keempat, pendapatan masyarakat pesisir perlu didiversifikasi melalui ekonomi hijau. Contohnya, pengembangan ekowisata berbasis sungai dan mangrove, restocking ikan lokal secara berkelanjutan, serta agroforestri berbasis vegetasi tahan erosi. Model ini terbukti membantu mengurangi tekanan ekonomi terhadap sungai, sekaligus menjaga kelestariannya.

Kelima, edukasi lingkungan harus dibangun secara berkelanjutan. Pengetahuan tentang bahaya limbah, pentingnya rehabilitasi, dan cara hidup ramah lingkungan mesti menjadi bagian kurikulum lokal serta kampanye publik di daerah aliran sungai dan wilayah pesisir.

Harapan ke Depan: Sungai sebagai Simbol Pemulihan

Saya percaya bahwa sungai-sungai di Bangka Belitung, dan seluruh Indonesia, masih memiliki asa untuk pulih. Syukur kepada komunitas yang telah berinisiatif menanam mangrove, menolak tambang liar, dan menggugat kebijakan lingkungan. Namun, langkah kolektif harus diperkuat oleh kebijakan yang tegas, alokasi anggaran untuk pemulihan daerah aliran sungai, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

Hari Sungai Nasional bukan sekadar peringatan formal. Ia adalah momentum mengalihkan kesadaran kolektif menjadi aksi nyata. Sungai yang sehat bukan hanya milik lingkungan; ia adalah tumpuan pangan, transportasi, budaya, dan sejarah bangsa. Jika hari ini kita membiarkan limbah tambang, sedimentasi, dan tambak tanpa pengelolaan menyengsarakan sungai, maka generasi berikutnya akan menuai bencana.

Maka dari itu, pada Hari Sungai ini, mari kita serukan advokasi agar enam kebijakan konkret di atas dijadikan program prioritas. Bersama masyarakat lokal, pemerintah daerah, akademisi, hingga sektor swasta, sungai-sungai Indonesia dari hulu ke hilir dapat kembali berfungsi sebagai arteri kehidupan. Bangka Belitung adalah semesta kecil dengan masalah besar, namun ia juga merupakan laboratorium tempat kita membuktikan bahwa restorasi sungai bukan mimpi, melainkan kerja nyata bersama.

Semoga tulisan ini memberikan inspirasi dan pendorong aksi. Marilah kita serukan, hidupkan sungai dengan kebijakan, rehabilitasi, dan gerakan kolektif. Demi esok yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Sumber: bangkapos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved