Kamis, 7 Mei 2026

Mengenal Sekolah Rakyat, Tujuannya Mulia tapi Banyak Gurunya Memilih Mundur

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Warta Kota/Yulianto
SEKOLAH RAKYAT - Sejumlah pelajar Sekolah Rakyat didampingi orang tuanya bersiap mengikuti masa pengenalan lingkungan siswa (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10, Jakarta, Senin (14/7/2025). Secara keseluruhan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini akan berlangsung di 159 titik dengan total daya tampung sekitar 15.000 siswa. 

Jumlah tersebut berasal dari seleksi yang digelar oleh Satgas Rekrutmen Guru bersama Kementerian Pendidikan.

“Alhamdulillah gurunya ini diproses melalui seleksi oleh Satgas seleksi guru yang diumumkan oleh Kementerian Dasar Menengah. Setelah melalui proses panjang, ada 1.500 guru lebih yang bisa ditempatkan di berbagai titik Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti memastikan banyaknya guru Sekolah Rakyat yang mundur bukan karena masalah upah atau insentif.

Upah adalah hak pekerja yang diterima dalam bentuk uang sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah atau akan dilakukan, dan dibayarkan oleh pemberi kerja.

Insentif adalah tambahan penghasilan atau imbalan yang diberikan kepada seseorang—biasanya karyawan atau pekerja—sebagai bentuk apresiasi atas kinerja, prestasi, atau kontribusi tertentu, dan bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja.

Ada satu alasan yang Muti tahu dari mundurnya para guru Sekolah Rakyat tersebut.

Guru adalah sosok yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter manusia. 

"Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," kata Mu'ti di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, (31/7/2025).

Dia menyebut pihaknya juga sudah melaporkan perihal pengunduran diri para guru Sekolah Rakyat tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Soal guru yang mengundurkan diri disampaikan ke kami juga, sudah ada penggantinya, dan sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. InsyaAllah tidak ada masalah," kata dia.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani, Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved