Mengenal Sekolah Rakyat, Tujuannya Mulia tapi Banyak Gurunya Memilih Mundur
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
BANGKAPOS.COM - Banyak guru Sekolah Rakyat memilih mundur setelah dinyatakan lulus seleksi.
Mereka mundur sebelum menjalankan tugas di sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah.
Alasan utamanya adalah lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari domisili mereka.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Abolisi dan Amnesti, Hak Prerogatif Presiden yang Mekanismenya Diatur UU
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat saat ini jumlah guru Sekolah Rakyat yang mundur ada 160 orang.
Pengunduran massal ini terjadi hanya berselang beberapa waktu setelah Program Sekolah Rakyat resmi diluncurkan, yang ditandai dengan beroperasinya Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor, Jawa Barat, pada Senin (14/7/2025).
Apa Itu Sekolah Rakyat?
Program Sekolah Rakyat secara resmi diluncurkan pada 14 Juli 2025, untuk tahun ajaran 2025/2026.
Beroperasinya sekolah ini menjadi penanda kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat mulai digelar secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia.
Baca juga: Buntut Dugaan Bullying Siswa SD di Toboali Berujung Maut, Bupati Kumpulkan Seluruh Kepsek
Sekolah ini diluncurkan pemerintah melalui Kementerian Sosial, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang digagas pemerintah untuk memberikan pendidikan gratis, termasuk asrama, kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat menerapkan pendidikan berasrama (boarding school)l dengan dilengkapi fasilitas penunjang, seperti laboratorium, perangkat digital modern, hingga asrama bagi para siswa.
Tujuannya adalah untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi kelompok rentan.
Nantinya, para guru yang lulus seleksi sebagai tenaga pengajar di Sekolah Rakyat akan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sedangkan kepala Sekolah Rakyat berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Program Sekolah Rakyat telah memulai proses belajar mengajar sejak 14 Juli 2025 di 63 titik.
| Sosok Nurlela, Guru yang Jadi Korban Tewas Tragedi KA Argo Bromo, Gagas Gerakan Literasi di Sekolah |
|
|---|
| Pemerintah Mempercepat Pembangunan 93 Gedung Permanen Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Mudah, Cara Cek Bansos Pakai NIK, Kemensos Perbarui Data untuk Penyaluran 2026 |
|
|---|
| Oknum Dekan Universitas Bengkulu Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan Guru Besar Gegara BKD |
|
|---|
| Wagub Lampung Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Sesuai Standar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250801-sekolah-rakyat-di-jakarta.jpg)