Sabtu, 2 Mei 2026

Seorang Nelayan Tradisional Payabenua Diterkam Buaya saat Mancing di Sungai Menduk

Seorang nelayan tradisional berinisial I (53), warga Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ist SAR Pangkalpinang
DITERKAM BUAYA -- Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap korban diterkam buaya, Minggu (3/8/2025) 

BANGKAPOS.COM--Peristiwa tragis kembali terjadi di perairan Bangka. Seorang nelayan tradisional berinisial I (53), warga Desa Payabenua, Kecamatan Mendo Barat, dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya saat sedang memancing di alur Sungai Menduk pada Sabtu (2/8/2025) malam.

Kabar ini menyisakan duka dan kecemasan, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat nelayan sekitar yang masih menggantungkan hidup dari sungai-sungai di Bangka, yang kini kian berbahaya.

Menurut keterangan saksi yang juga rekan korban, saat itu mereka sedang mencari ikan dengan memancing dari perahu kecil.

Sekitar pukul 21.03 WIB, korban tiba-tiba diterkam buaya saat hendak memasang pancing.

Meski sempat berteriak meminta tolong, korban terseret masuk ke dalam air hanya dalam hitungan detik.

“Jarak mereka tidak jauh, temannya sempat melihat korban diseret masuk ke sungai oleh buaya,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa.

Tim SAR Kerahkan Teknologi Thermal dan Proteksi Khusus

Tim SAR Pangkalpinang langsung dikerahkan ke lokasi.

Dengan mengandalkan drone thermal dan CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment), pencarian dilakukan sepanjang malam untuk memindai pergerakan di perairan.

Namun hingga Minggu pagi, keberadaan korban maupun predator belum terdeteksi.

"Info kita terima semalam dan Tim Rescue segera kita kirim ke lokasi untuk membantu mencari korban, kita juga melakukan pencarian pada malam hari dengan visual drone thermal," UJAR I Made Oka Astawa

"Namun keberadaan korban dan predator buas tersebut tidak terlihat, kita akan melanjutkan pencarian pada pagi hari. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil," tambahnya.

Ancaman Nyata di Wilayah Sungai

Kejadian ini menyoroti minimnya perlindungan dan mitigasi risiko bagi nelayan tradisional yang sehari-hari harus berhadapan dengan alam liar tanpa alat pelindung atau pendampingan keselamatan.

Sungai-sungai di Bangka, seperti Sungai Menduk, bukan hanya jalur penghidupan, tapi juga habitat buaya yang aktif di malam hari.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved