Rabu, 29 April 2026

KA Argo Bromo Anggrek Anjlok

SOSOK Dirut KAI Didiek Hartantyo, Bungkukkan Badan Minta Maaf Buntut Batalnya 80 Perjalanan Kereta

Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo menjadi sorotan setelah meminta maaf kepada publik atas batalnya 80 perjalanan kereta api.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Istimewa/Dokumentasi PT KAI
DIDIEK MEMBUNGKUKKAN BADAN - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo menjadi sorotan setelah membungkukkan badan dan meminta maaf kepada publik dalam keterangan pers, Minggu (3/8/2025). PT KAI terpaksa membatalkan 80 perjalanan kereta api karena adanya insiden KA Argo Bromo Anggrek yang anjlok di Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, Jumat (1/8/2025). 

Didiek memulai kariernya di kantor pusat Jakarta, lalu ditempatkan di kantor cabang Jayapura, Papua.

Didiek Hartantyo kemudian melanjutkan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Daniels College of Business, University of Denver, Amerika Serikat.

Karier Didiek Hartantyo

Rampung studi di luar negeri, Didiek Hartantyo kembali ke Jakarta dan bekerja selama kurang lebih 10 bulan pada periode 1995-1996.

Pada tahun 1996, Didiek ditugaskan di kantor Bank Exim di Hongkong selama tiga tahun hingga 1999. 

Saat pulang ke Indonesia, Bank Exim telah bertransformasi menjadi Bank Mandiri.

Lulusan SMA Negeri 4 Surakarta ini melanjutkan kariernya di Bank Mandiri selama 28 tahun.

Berkat dedikasi dan pengalamannya, pada tahun 2016 Didiek dipercaya oleh pemerintah untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan KAI.

Selanjutnya, pada tahun 2020, Didiek diangkat menjadi Direktur Utama PT KAI (Persero) dan masih mengemban amanah tersebut hingga saat ini.

Prestasi di KAI

Langkah transformasi kepemimpinan Didiek Hartantyo sebagai Dirut KAI mencatatkan hasil signifikan.

Setelah bangkit dari krisis pandemi Covid-19, kinerja keuangan KAI mencatat perbaikan signifikan, dari rugi Rp 1,7 triliun pada 2020 menjadi laba bersih Rp 2,2 triliun pada 2024.

Berdasarkan keterangan resmi KAI pada 23 Juli 2025, nilai aset KAI melonjak dari Rp 52,2 triliun menjadi Rp 97,1 triliun pada periode yang sama.

Volume penumpang melonjak dari 187 juta orang pada 2020 menjadi 453 juta orang pada 2024.

Sementara itu, angkutan barang stabil tumbuh dari 45,1 juta ton menjadi 69,2 juta ton, mengukuhkan peran KAI sebagai tulang punggung logistik nasional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved