Jumat, 1 Mei 2026

Konsumsi 4 Makanan ini  Bisa Kurangi Risiko Stroke hingga 30 Persen

Inilah 4 Makanan yang Bisa Kurangi Risiko Stroke hingga 30 Persen. Simak selengkapnya di sini

Tayang:
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
freepik
Inilah 4 Makanan yang Bisa Kurangi Risiko Stroke hingga 30 Persen 

BANGKAPOS.COM - Konsumsi 4 Makanan ini  Bisa Kurangi Risiko Stroke hingga 30 Persen

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Kondisi ini dapat terjadi karena penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). 

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, stroke menyebabkan lebih dari 6 juta kematian setiap tahunnya secara global.

Berdasarkan riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI pada 2018, prevalensi stroke nasional mencapai 10,9 per mil atau sekitar 1,09 persen dari populasi di Indonesia.

Insentif Guru Non ASN Cair Mulai Agustus 2025, Cek Syarat Penerima di info.gtk.dikdasmen.go.id

Kabar baiknya, stroke bukan penyakit yang muncul secara tiba-tiba tanpa bisa dicegah. Gaya hidup sehat, termasuk pola makan yang tepat, berperan sangat besar dalam menurunkan risikonya. 

Bahkan, menurut sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Neurology oleh American Academy of Neurology, pola makan sehat berbasis tanaman dan rendah garam dapat menurunkan risiko stroke hingga 30 persen.

Penelitian lain dari Harvard T.H. Chan School of Public Health juga mendukung temuan ini. 

Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi rutin makanan kaya serat, antioksidan, kalium, dan lemak sehat, seperti sayuran hijau, buah beri, biji-bijian utuh, hingga ikan berlemak, berkaitan erat dengan penurunan risiko stroke iskemik dan hemoragik.

Dikutip dari laman laman Stroke Association, berikut makanan yang bisa kurangi risiko stroke hingga 30 persen.

1. Gandum utuh

Beberapa jenis gandum utuh terbukti dapat mengurangi risiko terkena stroke. Beberapa jenis gandum utuh yang bisa digunakan untuk mencegah stroke antara lain roti gandum, gandum, biji gandum, beras merah dan tepung dedak. 

Kandungan serat dalam gandum utuh membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan stroke. Selain itu, gandum utuh juga memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga membantu mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah, yang keduanya berhubungan erat dengan risiko stroke.

2. Ikan berlemak

Ikan dikenal sebagai sumber protein yang kaya akan nutrisi penting, termasuk asam lemak omega-3, yang berperan besar dalam menurunkan risiko stroke. Omega-3 memiliki efek anti inflamasi, menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar trigliserida, dan mencegah pembentukan bekuan darah yang berbahaya di pembuluh darah otak. 

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, makarel, dan tuna kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi risiko penyumbatan. Asam lemak omega-3 efektif dalam menurunkan kadar trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

3. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, sawi, dan brokoli mengandung berbagai nutrisi penting seperti folat, vitamin K, lutein, dan nitrat alami yang mendukung fungsi pembuluh darah. Folat berperan dalam menurunkan kadar homosistein, asam amino dalam darah yang jika terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko stroke

Sementara itu, vitamin K membantu menjaga elastisitas dan kekuatan pembuluh darah. Studi dari American Heart Association (2021) menyebutkan bahwa pola makan tinggi sayuran hijau dikaitkan dengan risiko stroke 26 persen lebih rendah dibandingkan dengan pola makan rendah sayur.

4. Buah beri

Buah beri seperti blueberry, strawberry, raspberry, dan blackberry kaya akan antioksidan polifenol, vitamin C, dan serat. Kandungan flavonoid dalam buah beri memiliki efek menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Penelitian yang dimuat dalam Circulation (2012) menunjukkan bahwa konsumsi rutin buah beri dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung, terutama pada wanita. Flavonoid juga membantu mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif, dua faktor utama dalam perkembangan penyakit pembuluh darah otak.

(Kompas/bangkapos.com)

Tags
stroke
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved