Advetorial
Dosen UBB Kenalkan E-Learning Berbasis Folklor, Pacu Minat Siswa Mempromosikan Pariwisata
Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Bahasa dan Sastra juga mendorong siswa untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh
Penulis: iklan bangkapos | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Asistensi E-Learning Berbasis Folklor untuk Meningkatkan Pariwisata Bangka Belitung di SMPN 4 Sungailiat" dengan memadukan kearifan lokal dengan teknologi terkini.
Kegiatan intensif selama dua hari, dari 22 dan 24 Juli 2025, di SMPN 4 Sungailiat menyasar siswa kelas 8 dan 9 ini berfokus pada memberdayakan siswa sebagai agen muda pemasar destinasi wisata budaya daerah, dengan memanfaatkan platform digital dan penguatan pemahaman budaya lokal.
Tim pengabdi yang diketuai oleh Tri Arie Bowo, S.S., M.Hum. (dosen bidang sastra dan budaya), dengan anggota Khoerotun Nisa Liswati, M.Hum. (pakar pendidikan dan folklor) dan Poniman, M.Pd. (ahli media pembelajaran), dibantu oleh pakar E-Learning Donny Adiatmana Ginting, M.S. serta didukung dua mahasiswa berdedikasi, Natasha Angelina Thendean dan Nabila, merancang pendekatan unik berbasis e-learning.
Inti dari pendekatan ini adalah mengintegrasikan kekayaan folklor Bangka Belitung – seperti cerita rakyat, mitos, legenda, dan tradisi lisan – ke dalam materi pembelajaran digital yang interaktif dan mudah diakses.
Melalui platform e-learning yang dirancang khusus, siswa diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mengeksplorasi, mendiskusikan, dan memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam folklor tersebut secara lebih mendalam dan menarik.
“Folklor adalah jati diri dan khasanah pengetahuan lokal yang luar biasa. Sayangnya, akses dan penyajiannya seringkali kurang menarik bagi generasi muda. Melalui e-learning berbasis folklor ini, kami ingin menjembatani kesenjangan itu. Platform digital ini memungkinkan siswa menjelajahi cerita-cerita nenek moyang mereka dengan cara yang mereka sukai – interaktif, visual, dan fleksibel. Harapannya, pemahaman yang mendalam tentang budaya ini akan memicu rasa bangga dan keinginan untuk melestarikannya, sekaligus menjadi modal berharga untuk mempromosikan pariwisata,” papar Tri Arie Bowo, Ketua Pelaksana, saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pemahaman teori budaya. Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Bahasa dan Sastra juga mendorong siswa untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh melalui dua bentuk pelatihan utama yang sangat aplikatif yakni:
1. Pelatihan Penggunaan Media Sosial untuk Promosi Wisata Budaya:
Siswa dibekali keterampilan praktis dalam membuat konten digital yang edukatif dan menarik untuk mempromosikan pariwisata Bangka Belitung. Mereka belajar strategi dasar pemasaran digital, teknik fotografi dan videografi sederhana menggunakan ponsel, penulisan caption yang informatif dan menggugah, serta etika berkomunikasi di media sosial. Fokusnya adalah bagaimana mengemas informasi budaya yang telah dipelajari melalui modul e-learning (misalnya, cerita di balik suatu situs, makna tradisi, atau keunikan kuliner) menjadi konten pendek seperti Reels, TikTok, atau postingan Instagram yang mampu menarik perhatian calon wisatawan,
2. Pelatihan Dasar Pemandu Wisata (Tour Guide):
Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang peran sebagai pemandu wisata. Tidak hanya teori mengenai tanggung jawab, pengetahuan lokal, dan teknik komunikasi, siswa juga melakukan praktik roleplay secara langsung di salah satu destinasi unggulan Sungailiat, Pantai Tikus Mas. Mereka bergantian berperan sebagai pemandu wisata dan wisatawan, mempraktikkan cara menyampaikan informasi tentang sejarah pantai, keunikan alamnya, serta mengaitkannya dengan cerita rakyat atau tradisi setempat yang relevan. Yang menarik, pelatihan ini juga mendorong siswa untuk menggunakan Bahasa Inggris dalam roleplay, mempersiapkan mereka untuk menghadapi wisatawan mancanegara.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. Interaksi selama sesi e-learning berlangsung dinamis, dan praktik di Pantai Tikus Mas dipenuhi semangat serta tawa.
Banyak siswa mengaku kegiatan ini memberikan wawasan dan pengalaman baru yang sangat berharga. Tujuan utama kegiatan ini jelas dan berorientasi pada dampak jangka panjang.
Pertama, mengembangkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif sebagai alat promosi pariwisata budaya yang efektif.
Kedua, membekali siswa dengan keterampilan dasar sebagai pemandu wisata lokal, khususnya untuk destinasi di Sungailiat, sehingga mereka dapat menjadi duta wisata muda yang percaya diri.
| PT Timah Dukung Belitung Youth Competition 2026 untuk Promosi Wisata Daerah |
|
|---|
| Pegawai UT Pangkalpinang Gelar Kegiatan Capasity Building 2026 Selama 2 Hari di Parai |
|
|---|
| Tingkatkan Pengamanan Operasional Perusahaan, PT Timah Kerjasama dengan Polda Babel |
|
|---|
| Lebih dari 116 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Diskon Tambah Daya Listrik PLN |
|
|---|
| Dapat Bantuan Alat Musik dari PT Timah, Grup Rebana AS-Saaddah Bisa Tampil Lebih Maksimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Tim-Dosen-Universitas-Bangka-Belitung-di-Tikus-Emas.jpg)