Senin, 18 Mei 2026

Advetorial

Dosen UBB Kenalkan E-Learning Berbasis Folklor, Pacu Minat Siswa Mempromosikan Pariwisata

Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Bahasa dan Sastra juga mendorong siswa untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh

Tayang:
Penulis: iklan bangkapos | Editor: Hendra
Dokumentasi tim dosen Universitas Bangka Belitung (UBB)
Pengabdian masyarakat bertajuk “Asistensi E-Learning Berbasis Folklor untuk Meningkatkan Pariwisata Bangka Belitung di SMPN 4 Sungailiat.” oleh Tim Dosen Universitas Bangka Belitung. 

“Dampak yang kami harapkan bersifat multiplier. Siswa yang telah dilatih ini diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menjadi pionir di sekolah dan lingkungan mereka. Mereka dapat membagikan ilmu ke teman sebaya, membuat konten promosi secara mandiri, atau bahkan membantu kegiatan pariwisata kecil-kecilan di sekitar rumah atau sekolah. Secara kolektif, ini akan memperkuat narasi promosi wisata Bangka Belitung dari akar rumput, oleh generasi mudanya sendiri, dengan pendekatan yang segar dan berbasis kearifan lokal,” tambah Poniman, M.Pd.

Kepala SMPN 4 Sungailiat, Masrina Rulita. S.Pd. Bio, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi inisiatif UBB ini.

Menurutnya, kegiatan ini perlu lebih ditingkatkan lagi di kemudian hari serta bisa menjadi program berkelanjutan dan bisa menjangkau lebih banyak siswa.

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen UBB ini merupakan contoh nyata dari tridharma perguruan tinggi yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Dengan menggabungkan tiga elemen kunci: pendalaman kearifan lokal (folklor) sebagai fondasi identitas, pemanfaatan teknologi (e-learning) sebagai sarana pembelajaran kekinian, dan pelatihan keterampilan praktis (media sosial & tour guide) untuk pemberdayaan ekonomi kreatif, program ini memberikan bekal konkret bagi generasi muda.

Inisiatif ini tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi upaya menanamkan rasa bangga dan kepemilikan pada budaya lokal, sekaligus membuka mata siswa terhadap potensi yang mereka miliki untuk berkontribusi langsung pada pembangunan pariwisata daerahnya.

Ketika siswa kelas SMPN 4 Sungailiat itu dengan percaya diri memandu “wisatawan” di Pantai Tikus Mas menggunakan Bahasa Inggris, atau ketika mereka dengan lincah membuat konten video tentang legenda lokal, saat itulah benih-benih masa depan pariwisata Bangka Belitung yang berbasis pada generasi muda yang cerdas, kreatif, dan mencintai budayanya sendiri, mulai bertunas.

Tim UBB, melalui pengabdian ini, telah memberikan pupuk dan air bagi benih-benih tersebut untuk tumbuh kuat.

“Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi pemantik. Semoga kolaborasi antara UBB, sekolah, dan pemerintah daerah dalam pengembangan wisata budaya berbasis edukasi dan pemberdayaan generasi muda dapat terus ditingkatkan. Potensinya sangat besar, dan anak-anak kita adalah aset terbaik yang kita miliki untuk memastikan pariwisata Bangka Belitung maju berkelanjutan dengan tetap berakar pada budaya,” pungkas Tri Arie Bowo, menutup rangkaian kegiatan yang meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru. (*/E4)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved