Biodata Ova Emilia Rektor UGM & Pendidikannya, Sebut Ijazah Jokowi dari UGM Tapi Dicurigai Roy Suryo

Ova Emilia adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) 2022-2027 yang berlatar pendidikan dokter.

Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Dokumentasi Humas UGM/ugm.ac.id/KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Rektor UGM Ova Emilia kini jadi sorotan Roy Suryo buntut pernyataannya yang menyatakan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo adalah alumni dan mendapatakn ijazah dari UGM. 

Dalam kehidupan pribadinya, suami Ova Emilia adalah Jang Keun Woong yang berasal dari Korea.

Mereka menikah pada 1990 dan kini punya empat anak.

Keempat Ova Emilia dan Jang Keun Woong itu adalah He Yeon Asva Navaisa, He Jin Zulvy Izzabilla, Dae Sung Romi Bassam, dan Dae Jin Dimas Farrel.

 Ova juga memiliki cucu bernama Raelisha Hanami Farkhan Jang Ye Jin.

Saat masih awal menjabat sebagai Rektor UGM, Ova memwisuda anaknya sendiri, He Yeon Asva Navaisa, pada 26 Oktober 2022.

Kala itu, Asva menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi, yakni 4,00 dan menyandang predikat cumlaude.

Tak hanya meraih IPK sempurna, Asva juga berhasil lulus dengan dua gelar, yaitu Spesialis Dermatologi dan Venerologi atau Spesialis Kulit dan Kelamin, serta S2 Kedokteran Klinik.

Ova Emilia Sebut Jokowi adalah Alumni dan Dapat Ijazah dari UGM

Kabar terbaru, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia yang muncul memberikan pernyataan resmi terkait ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi polemik. 

Polemik muncul sejak sejumlah pihak meragukan keaslian ijazah Sarjana (S1) Jokowi dari UGM sehingga muncul narasi ada pemalsuan ijazah sampai pembuatan ijazah palsu di pasar Pramuka Pojok Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. 

Dalam video-nya Rektor UGM, Ova Emilia mengatakan ucapannya ini menjadi pernyataan resmi UGM.

"Saya Ova Emilia, Rektor Universitas Gadjah Mada. Berikut adalah pernyataan resmi UGM terkait ijazah Bapak Joko Widodo," kata Ova melalui video di channel YouTube Universitas Gadjah Mada pada Jumat (22/8/2025).

Satu, kata Ova, UGM mengikuti dengan baik perkembangan di masyarakat terkait adanya pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah seorang alumni UGM yang bernama Joko Widodo.

"Dua, secara umum UGM menghormati hak warga negara untuk mempertanyakan isu apapun dan untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut," sambungnya.

"Tiga, UGM sudah menyatakan beberapa kali secara tegas bahwa Joko Widodo adalah alumni Universitas Gadjah Mada," katanya. 

Keempat, tambah Ova, UGM memiliki dokumen otentik terkait keseluruhan proses pendidikan Joko Widodo di UGM.

"Dokumen ini meliputi tahap penerimaan yang bersangkutan di UGM, proses kuliah selama menempuh sarjana muda, pendidikan sarjana, KKN hingga wisuda," kata Ova.

Informasi yang lebih rinci, tambah Ova telah dirilis dalam bentuk podcast.

Kelima, kata Ova, Joko Widodo dinyatakan lulus dari UGM pada tanggal 5 November 1985 dan UGM telah memberikan ijazah yang sesuai dengan ketentuan kepada yang bersangkutan saat diwisuda tanggal 19 November 1985.

"Sesuai ketentuan hukum, UGM dapat menyampaikan data dan informasi yang bersifat publik dan wajib melindungi data yang bersifat pribadi" ucap Ova. 

"Hal ini berlaku untuk semua hal dan diterapkan untuk semua sivitas akademika UGM termasuk alumni," katanya,

"Tujuh, UGM diberi mandat oleh negara untuk menyelenggarakan pendidikan dan secara berkala dinilai atau diuji kualitasnya oleh lembaga independen," tambahnya.

Hingga saat ini, kata Ova UGM dinyatakan layak dan telah melakukan proses pendidikan dengan baik.

"Berpegang pada ini, proses pendidikan di UGM telah berjalan semestinya tanpa ada keraguan" urainya. 

"Tugas dan tanggung jawab UGM dalam mendidik seseorang telah paripurna ketika yang bersangkutan dinyatakan lulus dan diberi ijazah sesuai ketentuan" jelasnya.

Hal ini, menurut Ova, juga berlaku kepada alumni UGM yang bernama Joko Widodo.

"Setiap alumni berhak menggunakan ijazah dan gelar akademik yang diperoleh dari UGM untuk berbagai kepentingan yang dibenarkan oleh hukum," urainya.

"Alumni adalah satu-satunya pihak yang memegang ijazah asli miliknya sehingga penggunaan dan perlindungannya adalah tanggung jawab alumni tersebut," kata Ova.

Sekali lagi, kata Ova, UGM dengan tegas menyatakan Joko Widodo adalah alumni UGM yang telah mendapatkan ijazah dari UGM sesuai dengan ketentuan, hal-hal yang terjadi setelah proses pendidikan dan kelulusan tahun1985 di UGM.

"Termasuk, pemanfaatan dan perlindungan terhadap ijazah yang merupakan tanggung jawab yang bersangkutan sebagai seorang alumni. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkas Ova.

Roy Suryo Justru Curiga

Menanggapi pernyataan UGM, Roy Suryo sekaligus terlapor kasus dugaan pencemaran nama baik Jokowi menyorot komentar yang muncul dari kampusnya.

"Lihatlah bukan hanya video-nya, tapi komentar di bawahnya, mostly (sebagian besar) komentar di bawah itu malah mengatakan UGM makin rancu," ujar Roy dalam program Kompas Petang KompasTV, Sabtu (23/8/2025). 

Roy mengaku sedih dengan sikap UGM yang dinilainya tidak profesional. 

"Dari sepanjang itu tidak ada satu pun bukti yang ditunjukkan," singgungnya.

Roy mengatakan seharusnya ada beberapa bukti bersifat ranah publik yang disampaikan pihak UGM dalam keterangan tersebut. 

"Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang kami tulis di buku (Jokowi's White Paper), yang di sini ada foto langsung dari Pak Dekan Sigit Sunarta yang pada tanggal 24 Oktober 2022 ini benar" kata Roy Suryo. 

"Dengan berani memamerkan fotokopi, cukup fotokopi nggak apa-apa, fotokopi ijazahnya Jokowi di Fakultas Kehutanan," ucapnya. 

Roy juga menyorot pernyataan Rektor UGM Ova Emilia yang disampaikan dalam video terpisah melalui kanal YouTube UGM, sebagaimana ditayangkan kembali oleh KompasTV.

Ova menyampaikan dalam keterangannya, "Hal-hal yang terjadi setelah proses pendidikan dan kelulusan tahun 1985 di UGM termasuk pemanfaatan dan perlindungan terhadap ijazah merupakan tanggung jawab yang bersangkutan sebagai seorang alumni."

Roy menganggap pernyataan itu menyiratkan UGM ingin lepas tanggung jawab.

"Jadi ini UGM kesannya mau lari dari tanggung jawab," kata Roy Suryo menanggapi pernyataan Rektor UGM tersebut. 

(KompasTV/ugm.ac.id/WartaKotalive.com/ Surya/Tribunnewsmaker)

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved