Hotman Paris Akui Pernah Bermitra dengan Dwi Hartono, Bantah Punya Hubungan Pribadi: Saya Ga Kenal

"Saya enggak kenal secara pribadi. Hanya ketemu saat acara beasiswa, dia datang, kasih sumbangan, selesai," ujar Hotman...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Tribun-Medan.com
KASUS PEMBUNUHAN ILHAM PRADIPTA -- Hotman Paris Akui Pernah Bermitra dengan Dwi Hartono, Bantah Punya Hubungan Pribadi: Saya Ga Kenal | Momen saat Pengusaha Dwi Hartono dan pengacara Hotman Paris bertemu NA, korban rudapaksa di Kabupaten Lampung Utara. 

“Saya atas nama pribadi dan Hartono Foundation akan memberikan beasiswa sampai S1. Adapun nanti apabila keluarga atau Bang Hotman merekomendasikan S1 hukum, biar kedepan bisa sukses seperti Bang Hotman, maka kami siap memberi beasiswa sampai S2 sekalipun,” ujar Dwi Hartono saat menggelar konferensi pers di Restoran Hotmen.

Dukungan moril dan materil berupa beasiswa pendidikan ini, menurut Dwi, diyakini mampu menjadi bekal bagi korban untuk meniti masa depan.

“Kita tahu bahwa pendidikan tidak 100 persen menjamin orang menjadi sukses. Namun dengan pendidikan, kita yakin bahwa orang akan memiliki pengaruh besar untuk menjadi sukses,” imbuh pengusaha yang tinggal di Cibubur ini.

Dwi Hartono jadi Otak Pembunuhan

Pengusaha asal Tebo, Jambi Dwi Hartono (DH) yang ditangkap di Solo, disebut jadi aktor intelektual atau otak pelaku pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).

"Saya nggak boleh sebut nama hanya membenarkan," ucapnya.

Ade Ary juga tidak menampik tersangka DH memiliki bisnis bimbel.

"Iya benar pengusaha itu," ungkapnya.

Saat ditanya kembali apakah DH menjadi aktor utama tindak pidana penculikan dan pembunuhan, Kombes Ade Ary pun tak menampik.

"Dia salah satu aktor penculikan," tukasnya.

Sosok Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha yang memiliki gurita bisnis.

DH digadang-gadang punya helikopter, rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur pun mentereng.

Sementara meski motif resmi pembunuhan belum dirilis polisi, kabar yang beredar karena sakit hati.

Di mana pengajuan kredit fiktif Dwi Hartono senilai Rp 13 miliar ditolak korban.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved