Hotman Paris Akui Pernah Bermitra dengan Dwi Hartono, Bantah Punya Hubungan Pribadi: Saya Ga Kenal

"Saya enggak kenal secara pribadi. Hanya ketemu saat acara beasiswa, dia datang, kasih sumbangan, selesai," ujar Hotman...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Tribun-Medan.com
KASUS PEMBUNUHAN ILHAM PRADIPTA -- Hotman Paris Akui Pernah Bermitra dengan Dwi Hartono, Bantah Punya Hubungan Pribadi: Saya Ga Kenal | Momen saat Pengusaha Dwi Hartono dan pengacara Hotman Paris bertemu NA, korban rudapaksa di Kabupaten Lampung Utara. 

BANGKAPOS.COM -- Tersangka kasus pembunuhan Ilham Pradipta, Dwi Hartono, pernah bermitra dengan pengacara kondang Hotman Paris.

Hotman Paris tak menapik dirinya pernah bermitra dengan Dwi Hartono.

Namun ia membantah mengenal sosok Dwi Hartono secara pribadi.

Menurut Hotman Paris, hubungannya dengan Dwi Hartono hanya sebatas hubungan profesional terkait pemberian beasiswa.

"Saya enggak kenal secara pribadi. Hanya ketemu saat acara beasiswa, dia datang, kasih sumbangan, selesai," ujar Hotman saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (26/8/2025) melansir dari Tribunnews.com.

Hotman juga menyebut bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi atau bertemu secara khusus dengan Dwi Hartono setelah acara tersebut.

Mengenai latar belakang Dwi sebagai pengusaha, Hotman mengaku hanya mendengar kabar itu secara sepintas.

Saat ditanya mengenai penetapan Dwi Hartono sebagai tersangka pembunuhan, Hotman memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut.

Ia hanya menyebut telah mengetahui informasi tersebut melalui media sosial.

"Saya sudah dengar, tapi no komen," tutupnya singkat.

Dwi Hartono dan Hotman Paris dikenal karena kemitraan mereka dalam memberikan dukungan finansial dan pendidikan kepada korban penyekapan dan rudapaksa di Lampung Utara pada awal 2024.

Dwi Hartono menanggung biaya pendidikan korban hingga tingkat S2 melalui beasiswa yang didukung oleh Hotman Paris

Dwi Hartono memberikan beasiswa pendidikan pada NA, siswi SMP yang merupakan korban rudapaksa dan penyekapan di Kabupaten Lampung Utara.

NA disekap selama tiga hari oleh kawanan pelaku yang berjumlah 10 orang.

Bersama pengacara ternama Hotman Paris, Dwi Hartono memberi pernyataan dan kesiapan menyalurkan beasiswa bagi korban sampai ia menempuh jenjang pendidikan tinggi S1 dan S2.

“Saya atas nama pribadi dan Hartono Foundation akan memberikan beasiswa sampai S1. Adapun nanti apabila keluarga atau Bang Hotman merekomendasikan S1 hukum, biar kedepan bisa sukses seperti Bang Hotman, maka kami siap memberi beasiswa sampai S2 sekalipun,” ujar Dwi Hartono saat menggelar konferensi pers di Restoran Hotmen.

Dukungan moril dan materil berupa beasiswa pendidikan ini, menurut Dwi, diyakini mampu menjadi bekal bagi korban untuk meniti masa depan.

“Kita tahu bahwa pendidikan tidak 100 persen menjamin orang menjadi sukses. Namun dengan pendidikan, kita yakin bahwa orang akan memiliki pengaruh besar untuk menjadi sukses,” imbuh pengusaha yang tinggal di Cibubur ini.

Dwi Hartono jadi Otak Pembunuhan

Pengusaha asal Tebo, Jambi Dwi Hartono (DH) yang ditangkap di Solo, disebut jadi aktor intelektual atau otak pelaku pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).

"Saya nggak boleh sebut nama hanya membenarkan," ucapnya.

Ade Ary juga tidak menampik tersangka DH memiliki bisnis bimbel.

"Iya benar pengusaha itu," ungkapnya.

Saat ditanya kembali apakah DH menjadi aktor utama tindak pidana penculikan dan pembunuhan, Kombes Ade Ary pun tak menampik.

"Dia salah satu aktor penculikan," tukasnya.

Sosok Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha yang memiliki gurita bisnis.

DH digadang-gadang punya helikopter, rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur pun mentereng.

Sementara meski motif resmi pembunuhan belum dirilis polisi, kabar yang beredar karena sakit hati.

Di mana pengajuan kredit fiktif Dwi Hartono senilai Rp 13 miliar ditolak korban.

Meski belum dipastikan seratus persen, informasi dari berbagai sumber menyebut pembunuhan terkait motif ekonomi.

Korban diketahui mencoret klausul peminjaman kredit tersebut. 

Pelaku kemudian menyusun rencana untuk menghabisi nyawa mantan penyiar radio tersebut.

Sang dalang membayar jasa debt collector untuk menculik korban.

Sebelumnya, polisi menangkap delapan pelaku kasus penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BRI Cempaka Putih ini. Kedelapan pelaku itu adalah EW alias Eras, AT, RS, RAH, C, DH, YJ dan AA.

AT, RS, dan RAH ditangkap di kawasan Jakarta Pusat sedangkan RW diamankan di sebuah bandara di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk DH, YJ dan AA ditangkap di daerah Solo, Jawa Tengah. Lalu pelaku berinisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Kronologi Penemuan Ijazah Ilham Pradipta

Kronologi penemuan jasad Mohamad Ilham Pradipta (IP), Kepala Cabang Perwakilan (KCP) Bank BUMN yang menjadi korban pembunuhan di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Kini, jenazah Ilham telah dikebumikan di samping makam ayah dan ibunya di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis malam.

Jasad pria berusia 37 tahun itu, sebelumnya diserahkan pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur kepada keluarga setelah dilakukan autopsi.

Ilham Pradipta merupakan Kepala Kantor Cabang bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Ia diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK).

Dalam kasus ini, polisi sudah menangkap empat pelaku, berinisial AT, RS, RAH, dan RW.

Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, menjelaskan jasad korban ditemukan di area semak-semak persawahan Kampung Karangsambung, Serang Baru pada Kamis pagi, pukul 05.30 WIB.

Menurut Hotma, korban ditemukan oleh penggembala sapi di sekitar lokasi penemuan. 

"Awalnya ada penggembala sapi di sekitar lokasi melihat mayat, setelah itu dia laporan ke RT RW setempat hingga akhirnya laporan itu diterima polsek," katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi pada Kamis (21/8/2025), dilansir WartaKotalive.com.

Ketika awal penemuan, tidak terdapat identitas korban. 

Namun, belakangan diketahui bahwa korban berinisial IP merupakan Kepala KCP Bank BUMN.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat, serta mata tertutup lakban hitam.

"Ada ikatan di kaki, tangan dan mata dilakban. Kaki menggunakan lakban, tangan menggunakan tali rafia sementara matanya ditutup lakban," jelas Hotma.

Kapolsek Serang Baru menambahkan, korban mengalami luka di wajah, tetapi tidak ditemukan bekas senjata tajam.

"Ada luka lebam akibat benda tumpul di bagian wajah korban," lanjutnya.

Korban lantas dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diautopsi sebagai rangkaian dari proses penyelidikan.

Beberapa saat kemudian, empat terduga pelaku penculikan Ilham Pradipta berhasil ditangkap polisi.

Kepala Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, membenarkan penangkapan tersebut.

Para pelaku yang berinisial AT, RS, RAH, dan RW ini, ditangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tiga pelaku, yakni AT, RS dan RAH ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sementara satu orang lainnya, RW, ditangkap saat tiba di bandara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Resa Fiardi menyebut, pelaku RW diduga akan melarikan diri.

Lebih lanjut, polisi menyebut, empat pelaku tersebut, diduga berperan menculik IP.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. 

"Masih didalami dan dikejar keterlibatan tersangka lain (dalam kasus pembunuhan)," kata Resa, Kamis (21/8/2025).

Pun dengan motif pembunuhan, kini masih misterius. 

Empat orang yang ditangkap polisi mengakui perbuatannya.

Para pelaku telah menculik Ilham Pradipta di parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025). 

Sehari kemudian, korban ditemukan tak bernyawa di wilayah Bekasi, setelah diculik di kawasan Pasar Rebo.

Hal itu, disampaikan Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Charles Bagaisar saat dikonfirmasi, Jumat (22/8/2025).

“Baru interogasi awal, tetapi mereka sudah mengakui terkait pengambilan atau penculikan korban dari supermarket di Pasar Rebo,” katanya, dilansir Warta Kota.

Berdasarkan interogasi awal, terungkap bahwa MIP diculik setelah menghadiri rapat dengan teman kantornya di supermarket. 

"Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga," ungkap Charles. 

Meski demikian, polisi masih menggali keterangan lebih lanjut empat pelaku guna mencari tahu siapa sosok aktor yang mendalangi penculikan itu. 

Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat dalam pembunuhan korban.

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved