Minggu, 19 April 2026

Energi Nuklir Kian Diperhitungkan, Jadi Penopang Transisi Energi Global

Energi nuklir kembali menjadi sorotan global seiring meningkatnya kebutuhan listrik bersih dan andal. Produksi listrik nuklir mencetak rekor ...

Istimewa
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat 

BANGKAPOS.COM -- Tren global menunjukkan energi nuklir kembali menempati posisi strategis dalam agenda transisi energi bersih dunia. Sejumlah laporan internasional menegaskan bahwa energi nuklir nol karbon dinilai krusial karena mampu menyediakan listrik skala besar secara stabil dengan emisi gas rumah kaca yang sangat rendah.

Laporan World Nuclear Performance Report 2025 mencatat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menghasilkan rekor produksi listrik sebesar 2.667 terawatt hour (TWh) pada 2024. Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2006 dan mencerminkan kontribusi signifikan nuklir dalam penyediaan listrik bersih secara konsisten di tingkat global.

Dari sisi ekonomi, nilai pasar listrik nuklir global diproyeksikan berada pada kisaran USD 38 hingga 42 miliar pada 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kebijakan iklim, penerapan mekanisme carbon pricing, serta kontrak lintas negara jangka panjang yang memberikan kepastian bagi investasi infrastruktur energi bersih. Saat ini, nuklir tidak lagi dipandang sebagai pesaing energi terbarukan, melainkan sebagai penopang stabilitas jaringan listrik.

Proyeksi jangka menengah hingga jangka panjang lembaga internasional memperlihatkan momentum yang kuat. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperkirakan bahwa kapasitas listrik nuklir global dapat lebih dari dua kali lipat pada 2050 dalam high case scenario — mencapai hingga sekitar 992 GW(e) dari level 377 GW(e) pada akhir 2024 — dengan kontribusi signifikan dari small modular reactors (SMRs) sebagai bagian dari perluasan teknologi nuklir generasi terbaru.

Peningkatan permintaan listrik global turut memberi tekanan pada percepatan transisi energi. Laporan lain dari sumber kredibel menunjukkan bahwa permintaan listrik dunia diproyeksikan tumbuh sekitar 4 persen per tahun hingga 2027, didorong oleh kebutuhan di negara berkembang serta intensifikasi sektor industri dan teknologi digital seperti pusat data, kendaraan listrik, dan jaringan 5G. Nuklir dipandang sebagai energi baseload yang stabil.

Berbeda dengan energi terbarukan intermiten seperti surya dan angin, pembangkit listrik tenaga nuklir beroperasi dengan faktor kapasitas tinggi dan mampu memasok listrik baseload sepanjang waktu. Kondisi ini membuat nuklir semakin dipandang sebagai pelengkap penting dalam sistem kelistrikan modern, khususnya di tengah meningkatnya elektrifikasi industri, pusat data, dan target net zero emissions.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, dunia juga menyaksikan meningkatnya perhatian terhadap teknologi reaktor generasi lanjut dan modular. Pendekatan ini bertujuan menekan biaya konstruksi, meningkatkan keselamatan, serta mempercepat waktu pembangunan, isu yang selama ini menjadi tantangan utama sektor nuklir.

Diantara perusahaan pengembang teknologi PLTN generasi maju, Thorcon hadir sebagai bagian dari diskursus solusi energi nuklir generasi baru. Teknologi molten salt reactor yang dikembangkan Thorcon mengusung prinsip keselamatan pasif, tekanan operasi rendah, dan desain modular, selaras dengan arah pengembangan nuklir global saat ini. Di Indonesia, Thorcon Power Indonesia memposisikan diri sebagai mitra jangka panjang yang mengikuti dinamika kebijakan dan kebutuhan energi nasional, dengan pendekatan yang bertahap dan berbasis praktik internasional.

Ke depan, berbagai analis menilai kebangkitan energi nuklir bukanlah fenomena sementara, melainkan respons struktural terhadap kebutuhan dunia akan energi bersih yang andal, aman, dan berkelanjutan. Dalam lanskap tersebut, teknologi dan penyedia solusi seperti ThorCon menjadi bagian dari upaya kolektif global untuk memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik. (*/E0)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved