Advetorial
Ketua Umum BPD HIPMI Bangka Belitung Tegaskan Dukungan Munas XVIII HIPMI di Lampung
Dokter Harry Ardianto Arsani, menegaskan keputusan pelaksanaan Munas XVIII HIPMI di Lampung ini sudah melalui mekanisme organisasi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaksanaan Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dipastikan akan tetap dilakukan di Provinsi Lampung.
Ketua BPD HIPMI Bangka Belitung, dr. Harry Ardianto Arsani, menegaskan keputusan pelaksanaan Munas XVIII HIPMI di Lampung ini sudah melalui mekanisme organisasi.
Karena itu kata Harry Ardianto Arsani, seluruh kader HIPMI sebaiknya menghormati proses yang telah berjalan.
Penegasan ini disampaikan Harry untuk meluruskan narasi yang menyebut mayoritas BPD HIPMI menolak Lampung sebagai lokasi penyelenggaraan Munas.
Narasai tersebut tidak menggambarkan keputusan forum secara utuh dan berpotensi menimbulkan salah tafsir di internal organisasi.
“Menurut saya, narasi seolah-olah mayoritas BPD menolak Munas di Lampung menyesatkan. Keputusan organisasi harus dibaca secara utuh, bukan dipotong berdasarkan kepentingan tertentu,” ujar Harry dalam keterangannya melalui telphone pasca agenda Debat Ke-2 Munas HIPMI di Nusa Dua Bali, Minggu.
Harry menjelaskan, dalam Sidang Dewan Pleno HIPMI 2026 di Makassar pada 15 Februari 2026, peserta forum telah memberikan mandat kepada Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, untuk menentukan lokasi Munas. Setelah itu, panitia pelaksana dan panitia pengarah menetapkan Lampung sebagai tuan rumah Munas XVIII HIPMI.
Menurut Harry, keputusan tersebut merupakan bagian dari proses kelembagaan yang sah. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal biasa, tetapi tidak boleh mengabaikan keputusan yang telah ditempuh melalui forum resmi.
“Pada forum tersebut, penentuan lokasi Munas diserahkan kepada Ketua Umum BPP HIPMI. Setelah melalui pembahasan teknis oleh OC dan SC, Lampung ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan. Jadi, kami melihat keputusan itu tetap berada dalam koridor organisasi,” katanya.
Harry juga menyinggung Forum Ketua Umum BPD HIPMI yang digelar di Bali sebelum debat kandidat. Menurutnya, forum tersebut tidak menghasilkan keputusan yang dapat dimaknai sebagai penolakan mayoritas terhadap Lampung.
Ia menyebut bahwa mayoritas peserta forum tetap memahami bahwa kewenangan penentuan tuan rumah Munas berada pada mekanisme yang sebelumnya telah disepakati.
“Sepanjang yang kami pahami, forum Ketua Umum BPD tidak memutuskan penolakan terhadap Lampung. Karena itu, klaim mengenai dukungan 50 plus 1 untuk menolak lokasi Munas perlu dilihat kembali secara objektif,” lanjut Harry.
Harry mengajak seluruh kader HIPMI menjaga soliditas organisasi menjelang Munas XVIII. Menurutnya, Munas harus menjadi ruang konsolidasi pengusaha muda Indonesia, bukan ruang untuk memperbesar perbedaan.
Ia juga berharap seluruh calon ketua umum dan pendukungnya tetap mengedepankan etika organisasi, kedewasaan politik, serta komitmen untuk menjaga marwah HIPMI sebagai wadah kaderisasi pengusaha muda nasional.
“Munas adalah forum tertinggi organisasi. Karena itu, yang perlu dikedepankan adalah persatuan, kedewasaan, dan komitmen bersama untuk memastikan HIPMI tetap solid,” tegasnya.
| KemenHAM Babel Audiensi dengan Pemkab Beltim untuk Bangun Kampung REDAM |
|
|---|
| Dukung Edge Nasional, PLN Suplai Listrik 2x725 MVA untuk Data Center Terbesar di Indonesia |
|
|---|
| PT TIMAH Raih Penghargaan Best Corporate Media Impact 2026 dari Warta Ekonomi |
|
|---|
| Seleksi Peserta Kelas Beasiswa PT TIMAH Tinggal 36 Peserta dan Masuki Tahap Penentu di Tes Kesehatan |
|
|---|
| Atasi Pendangkalan Alur Muara Jelitik, Nelayan dan PT Timah Gotong Royong Buat Talud Karung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ketua-BPD-HIPMI-Bangka-Belitung-dr-Harry-Ardianto-Arsani-niiiii.jpg)