Minggu, 12 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Hari Ini 23 Oktober: Antam, UBS dan Galeri24 Kompak Anjlok Drastis

Emas paling mahal produksi PT Antam ini turun sebesar Rp195.000 per gram dari Rp2.736.000 menjadi Rp2.541.000.

Editor: Fitriadi
Tribunnews.com/Herudin
EMAS - Pantauan Bangkapos.com di laman Pegadaian pagi ini Kamis 23 Oktober 2025 harga emas Antam, UBS dan Galeri24 turun drastis. Emas paling mahal produksi PT Antam ini turun sebesar Rp195.000 per gram dari Rp2.736.000 menjadi Rp2.541.000. 

Ringkasan Berita:
  • Harga emas Antam, UBS dan Galeri24 hari ini turun drastis
  • Emas Antam turun paling tajam Rp195.000 per gram
  • Pengamat optimistis harga emas tahun 2026 terus naik

 

BANGKAPOS.COM - Setelah sempat naik signifikan pada hari sebelumnya, harga emas Antam anjlok tajam pada pagi ini, Kamis (23/10/2025).

Emas paling mahal produksi PT Antam ini turun sebesar Rp195.000 per gram dari Rp2.736.000 menjadi Rp2.541.000.

Penurunan tajam juga terjadi pada emas merek UBS dan Galeri24.

Emas UBS yang sehari sebelumnya dibanderol Rp2.538.000 turun menjadi Rp2.438.000 per gram.

Penurunan harga emas UBS juga signifikan sebesar Rp100.000 per gram.

Sedangkan emas merek Galeri24 turun sebesar Rp81.000 dari Rp2.510.000 menjadi Rp2.429.000 per gram.

Demikian pantauan Bangkapos.com soal harga emas Antam, UBS dan Galeri24 di laman resmi Pegadaian pagi ini.

Prospek Harga Emas 2026

Melansir laman Sahabat Pegadaian, berdasarkan historisnya, emas mempunyai nilai yang stabil. 
Pertumbuhannya pun konstan, bahkan cenderung naik dari tahun ke tahun.

Menurut data dari Oxford Gold Group, rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan emas selama 20 tahun terakhir adalah sebesar 11,2 persen.

Namun, fluktuasi harga emas yang bisa terjadi sewaktu-waktu memang tidak dapat dipungkiri karena ada kalanya nilai emas tumbuh dengan cepat atau sebaliknya.

Apabila melihat dari faktor tersebut, maka prospek harga emas 2026 kemungkinan positif dalam jangka menengah hingga panjang.

Prospek positif terhadap pergerakan harga emas ini pun didukung oleh adanya sentimen global yang membuat kondisi perekonomian masih tidak menentu.

Gejolak sosiopolitik dan konflik di antara beberapa negara tersebut mendorong minat investor untuk berinvestasi emas demi mengamankan nilai kekayaan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved