Minggu, 17 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini 15 Januari 2026, Diprediksi Tembus 5.000 Dolar AS

Harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram, sedangkan emas UBS naik lebih tinggi sebesar Rp 25.000 per gram.

Tayang:
Editor: Fitriadi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
EMAS ANTAM - Foto ilustrasi seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020). Pada perdagangan Kamis (15/1/2026) harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram, sedangkan emas UBS naik lebih tinggi sebesar Rp 25.000 pergram. 

BANGKAPOS.COM - Harga emas batangan merek Galeri24 dan UBS pada perdagangan pagi ini Senin (12/1/2026) kembali naik.

Harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram, sedangkan emas UBS naik lebih tinggi sebesar Rp 25.000 per gram.

Pantauan Bangkapos.com di laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 pagi ini 
Rp2.692.000 per gram.

Harga tersebut naik Rp 16.000 dari hari sebelumnya dibanderol Rp2.676.000.

Kenaikan harga juga terjadi pada emas UBS menjadi Rp 2.752.000 atau naik Rp 25.000 dari harga hari sebelumnya Rp2.727.000.

Sedangkan harga emas Antam pada pagi ini pukul 07.00 WIB berada di level Rp 2.665.000 per gram.

Pantauan di laman resmi Logam Mulia pukul 07.00 WIB, harga tersebut masih sama dengan harga pada hari Rabu (14/1/2026).

Harga emas Antam pada Rabu (14/1/2026) kembali naik sebesar  Rp 13.000 ke posisi Rp 2.665.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.652.000 per gram.

Logam Mulia akan mengupdate pembaruan harga emas Antam setiap hari pada 08.30 WIB.

Diprediksi Tembus 5.000 Dolar AS di 2026

Secara tahunan, harga emas dunia telah melonjak lebih dari 70 persen sepanjang 2025, menandai kinerja terbaik sejak 1979.

Kepala Ekonom First Seafront Fund, Yang Delong, mengatakan ekspektasi pasar terhadap lanjutan pemangkasan suku bunga AS menjadi salah satu pendorong utama reli emas.

“Pasar memperkirakan Federal Reserve dapat melakukan setidaknya dua kali penurunan suku bunga lagi pada 2026. Dalam kondisi tersebut, indeks dollar AS menunjukkan tren pelemahan sejak Oktober 2025,” ujar Yang, dikutip dari Global Times.

Ia menambahkan, kekhawatiran terhadap peningkatan utang federal AS serta ketidakpastian kebijakan perdagangan mendorong investor global, termasuk bank sentral, menjadikan emas sebagai aset strategis.

Investor pun disarankan untuk mempertahankan kepemilikan emas hingga tahun 2026.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved