Senin, 18 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Hari Ini 15 Januari 2026, Diprediksi Tembus 5.000 Dolar AS

Harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram, sedangkan emas UBS naik lebih tinggi sebesar Rp 25.000 per gram.

Tayang:
Editor: Fitriadi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
EMAS ANTAM - Foto ilustrasi seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020). Pada perdagangan Kamis (15/1/2026) harga emas Galeri24 naik Rp 16.000 per gram, sedangkan emas UBS naik lebih tinggi sebesar Rp 25.000 pergram. 

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga emas sepanjang tahun 2025 disebabkan oleh permintaan bank-bank sentral yang masih kuat.

Hal ini juga ditambah oleh permintaan ritel, walaupun permintaannya sempat melemah di November oleh harga yang tinggi.

“Situasi geopolitik yang memanas di Laut Karibia dan Laut China Selatan juga ikut mendukung permintaan. Pemangkasan suku bunga oleh The Fed sebanyak 3 kali tahun ini juga sangat berperan mendukung harga emas,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (26/12/2025).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas dunia berpotensi berada di level US$ 5.500 per ons troi pada awal 2026. Seandainya terkoreksi, dia memperkirakan harga emas dunia kemungkinan besar berada di level US$ 4.150 ons troi.

Dalam hitungannya, dia memproyeksikan rata-rata harga emas dunia pada 2026 akan berada di level US$ 4.825 per ons troi.

Dari global, sentimen pendorong harga emas disebabkan kondisi geopolitik, situasi politik di Amerika Serikat, kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), perang dagang, serta penawaran dan permintaan atau supply and demand.

Dari sisi domestik, kenaikan harga emas akan didukung oleh menyusutnya pasokan logam mulia untuk memenuhi permintaan dalam negeri. Ibrahim memperkirakan PT Freeport Indonesia hanya dapat memproduksi sebanyak 25 ton emas per tahun pada tahun 2026.

“Ini yang mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerapkan bea keluar ekspor emas sebesar 7,5 persen –15 persen mulai tahun depan,” ungkapnya.

Lukman berpandangan, sentimen yang sama dengan tahun 2025 masih akan mendukung harga emas di tahun 2026. Terlebih, ada harapan apabila The Fed bisa lebih dovish di bawah kempemimpinan kepala baru pilihan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Yang sangat perlu dicermati adalah situasi geopolitk yang saat ini terfokus ke Laut Karabia dan Laut China Selatan, serta Perang Ukraina juga masih perlu terus dicermati,” katanya.

Pada kuartal I 2026, harga emas global diperkirakan bergerak di kisaran US$ 4.700 – US$ 4.800 per ons troi. Sementara, pada semester I 2025, harga emas bakal bergerak di level US$ 4.900 – US$ 5.100 per ons troi.

Sedangkan, harga emas Antam masih tergantung pada kurs rupiah terhadap dolar AS. “Apabila dengan asumsi kurs sekarang dan tidak ada masalah pasokan domestik, maka harga emas Antam akan naik sekitar 5-7 persen di kuartal I 2026 dan sekitar 9-13 persen di semester I 2026,” tuturnya.

Lukman pun melihat saat ini tak banyak pilihan yang bisa diambil oleh investor. Sarannya, investor sebaiknya terus mempertahankan kepemilikan dan menambahkannya bila perlu.

“Yang belum ada posisi bisa masuk secara bertahap dengan strategi dollar cost averaging (DCA),” paparnya.

Harga emas dunia diproyeksi akan bergerak bullish dan ke level tertinggi baru hingga akhir tahun 2026.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved