Harga Emas
Harga Emas Anjlok 9,5 Persen, Berikut Daftar Jual Antam Hari Ini 21 Maret 2026, Cek Rinciannya
Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari 14 tahun.
Ringkasan Berita:
- Kontrak emas paling aktif di Comex untuk pengiriman April 2026 ditutup melemah 0,7 persen atau turun 30,80 dollar AS ke level 4.574,90 dollar AS per ounce
- Secara mingguan, harga emas anjlok 9,5 persen, yang menjadi penurunan persentase mingguan terbesar sejak 23 September 2011
- Penurunan tajam tersebut menyoroti bagaimana guncangan pasar akibat konflik Iran memicu volatilitas luas di berbagai kelas aset
BANGKAPOS.COM – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran ikut mempengaruhi harga emas global.
Logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari 14 tahun.
Melansir Kompas.com dari Marketwatch, Sabtu (21/3/2026), kontrak emas paling aktif di Comex untuk pengiriman April 2026 ditutup melemah 0,7 persen atau turun 30,80 dollar AS ke level 4.574,90 dollar AS per ounce pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat.
Baca juga: Bertubuh Gempal dan Hidung Mancung, Polisi Sebar Tampang Ciri-ciri DPO Kasus Kekerasan Anak di Basel
Menurut Dow Jones Market Data, secara mingguan, harga emas anjlok 9,5 persen, yang menjadi penurunan persentase mingguan terbesar sejak 23 September 2011.
Penurunan tajam tersebut menyoroti bagaimana guncangan pasar akibat konflik Iran memicu volatilitas luas di berbagai kelas aset, termasuk komoditas yang secara tradisional dipandang aman saat ketidakpastian meningkat.
Tekanan Makroekonomi
Head of gold and metals strategy global di State Street Investment Management, Aakash Doshi, mengatakan bahwa konflik Iran memang menambah ketidakpastian global yang secara teori seharusnya mendorong permintaan emas.
Namun, menurut dia, logam mulia tersebut justru “terkalahkan oleh kekuatan ekonomi yang lebih luas”.
Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah potensi berakhirnya siklus penurunan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga ke depan.
Selain itu, penguatan dollar AS turut menjadi hambatan bagi pergerakan harga emas.
Doshi juga menyoroti aksi ambil untung (profit-taking) dan penggunaan emas sebagai “liquidity sleeve to raise cash” atau sumber likuiditas oleh investor selama periode tekanan pasar.
Direktur strategi investasi senior di US Bank Asset Management, Rob Haworth, menyebut minimnya kemajuan harga ke depan telah menekan sentimen investor dan permintaan teknikal terhadap emas.
Ia menambahkan, kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Baca juga: Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus Terungkap, Satu Berpangkat Kapten
Hal ini menjelaskan mengapa logam mulia gagal mendapatkan dukungan meskipun konflik geopolitik di Timur Tengah biasanya meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai.
Di sisi lain, data menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi yang meningkat dan pelemahan prospek pemangkasan suku bunga turut memicu tekanan pada harga emas.
| Harga Emas Antam Hari Ini 30 April 2026 Terpantau Anjlok, Cek Juga Ketentuan Buyback |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini 28 April 2026 Alami Penurunan, Cek Rinciannya |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Hari Ini 26 April 2026, Cek Juga Harga dan Ketentuan Buyback |
|
|---|
| Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS di Pegadaian Hari Ini 23 April 2026 Kompak Turun, Cek Detailnya |
|
|---|
| Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini 22 April 2026 di Pegadaian, Naik atau Turun? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260213-Emas-di-Galeri-24-Pangkalpinang.jpg)