Berita Bangka Selatan
Polres Bangka Selatan Minta Masyarakat dan Nelayan Waspada Bencana Hidrometeorologi
Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mewanti-wanti masyarakat hingga nelayan untuk waspada ketika beraktivitas.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepolisian Resor Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mewanti-wanti masyarakat hingga nelayan untuk waspada ketika beraktivitas.
Pasalnya, cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi masih mengancam aktivitas masyarakat di tengah anomali cuaca yang terjadi saat ini.
Pentingnya masyarakat untuk menjaga keselamatan jika beraktivitas di laut lepas maupun pesisir pantai selama peralihan musim.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Bangka Selatan, Iptu Mulia Renaldi menyebut pentingnya meningkatkan kewaspadaan terkait potensi cuaca ekstrem yang sedang melanda di daerah itu.
Cuaca buruk, termasuk angin kencang dan hujan lebat, diprediksi dapat memicu gelombang tinggi serta risiko bencana alam lainnya seperti banjir.
Belum lagi potensi cuaca ekstrem masih mengintai dihampir semua perairan laut di daerah itu.
“Cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja. Kami mengimbau kepada masyarakat dan nelayan beraktivitas di pesisir pantai harus lebih waspada,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (21/1/2025).
Diakui dia potensi cuaca ekstrem saat ini dapat terjadi kapan saja, apalagi gelombang tinggi di perairan.
Belakangan ini cuaca masih belum menentu dan sering terjadi perubahan secara mendadak dari cerah menjadi hujan lebat.
Bahkan kadang kala sering disertai dengan angin kencang, cuaca seperti ini diklaim sangat berbahaya.
Pentingnya nelayan agar selalu waspada dan tidak memaksakan melaut karena dikhawatirkan bisa membahayakan.
Di tengah cuaca ekstrem aparat kepolisian telah melakukan edukasi kepada masyarakat nelayan dan warga yang tinggal di tepi pantai.
Melalui kegiatan patroli yang dilakukan di area perairan Bangka Selatan, maupun pemasangan spanduk.
Supaya para nelayan untuk selalu berhati-hati ketika melaut.
Karena kemungkinan besar terjadinya gelombang tinggi dan angin yang kencang bisa terjadi.
| Masuk Hari Keenam Doli Belum Ditemukan, Drone Thermal Dikerahkan Malam Hari |
|
|---|
| Respons Kejari Basel Diisukan Minta Jatah Rp800 Juta di Kasus 11 Tersangka Korupsi Timah |
|
|---|
| Mencuat Isu Kejari Minta Jatah Rp800 Juta di Kasus Korupsi Timah, Uang Sitaan di Rekening Resmi |
|
|---|
| Bupati Bangka Selatan Tegaskan TPP ASN Dibayar Berdasarkan Kinerja dan Disiplin |
|
|---|
| Mulai Mei 2026, TPP ASN Pemkab Bangka Selatan Dipotong 30 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241115-Kepala-Sat-Polairud-Polres-Bangka-Selatan-Iptu-Mulia-Renaldi.jpg)