Rabu, 13 Mei 2026

Tribunners

Memimpikan Kosakata Bahasa Daerah Melayu Bangka Selatan dalam KBBI

Bahasa Indonesia mengandalkan banyak kosakata dari bahasa daerah sebagai bagian dari proses peminjaman kata.

Tayang:
Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Rusmin Sopian
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

"MIMPI saya, kosakata dari Bangka Selatan bisa masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan dijadikan kosakata dalam percakapan sehari-hari warga bangsa Indonesia." 

Demikian harapan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung M Irsan saat kegiatan Lokakarya Kosakata Bahasa Daerah Melayu Bangka yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di gedung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan, Senin (8/9/2025).

Mimpi menjadikan kosakata dari Bangka Selatan masuk dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bukanlah hal yang mustahil mengingat Kabupaten Bangka Selatan telah dianugerahi sebagai kabupaten pelestari bahasa daerah oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Apalagi, kosakata yang dimiliki Bangka Selatan sangat banyak dan masih tetap digunakan dalam percakapan warga sehari-hari. Para penutur dan pelestarinya masih ada, baik dalam percakapan maupun dalam bentuk tulisan dan sastra. Ini yang membanggakan dan membahagiakan.

Pada sisi lain, bahasa Indonesia mengandalkan banyak kosakata dari bahasa daerah sebagai bagian dari proses peminjaman kata. Kosakata "mantan" dan "santai"  yang berasal dari daerah Sumatra adalah contoh kecilnya. Peminjaman ini tidak hanya menambah keberagaman kosakata dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menguatkan keterkaitan budaya antardaerah di Indonesia.

Penggunaan bahasa daerah dalam bahasa Indonesia tidak hanya sekadar tentang kosakata dan tata bahasa, tetapi juga tentang mewariskan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Bahasa daerah memperkaya bahasa Indonesia dengan nuansa-nuansa khas setiap daerah, yang mencerminkan kekayaan budaya dan identitas nasional yang beragam.

Bahasa daerah tak hanya sebagai alat komunikasi,  namun bisa mewariskan nilai, norma, adat istiadat, dan identitas kultural. Sebab, setiap bahasa mampu mencerminkan kekayaan budaya yang unik dari wilayahnya masing-masing. Itulah sebabnya mengapa bahasa daerah memiliki peran penting dalam keberagaman budaya di Indonesia. 

Di sisi lain, bahasa daerah juga perlu mendapatkan perhatian yang serius jika dilihat dari perannya sebagai pendukung bahasa Indonesia. Ada ancaman kepunahan yang mengintai bahasa daerah. Salah satu penyebabnya ialah penurunan jumlah penutur bahasa daerah. 

Untuk itu, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam upaya perlindungan terhadap bahasa daerah. Tanpa keseriusan pemerintah daerah beserta jajarannya, eksistensi bahasa daerah makin terancam seiring berkurangnya pewarisan ke generasi muda dan modernisasi.

Yang pasti kita sebagai warga daerah ini harus tetap menjaga dan melestarikan bahasa daerah kita dalam percakapan sehari-hari kita maupun dalam bentuk tulisan dan sastra daerah. Sebagai warga negara yang berkehidupan di daerah, kita tidak pernah melupakan bahasa ibu, bahasa daerah kita, bahasa daerah Bangka Selatan yang luar biasa. Jangan sampai kita "behempilo" dalam berbahasa daerah. (*)

 

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved