Sabtu, 30 Mei 2026

SPPG di Bangka Belitung

BRIN Evaluasi Efektivitas MBG di Bangka Belitung

SMAN 1 Pangkalan baru, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung bersiap menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Tayang: | Diperbarui:
Bangka Pos
Bangka Pos Hari Ini, Senin 20 Oktober 2025 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekolah Menengah Negeri (SMAN) 1 Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersiap menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (20/10/2025).

Kunjungan itu berkenaan dengan evaluasi efektivitas program Makan Bergizi Gratis di Babel.

“Informasinya sekolah kita jadi salah satu sampel evaluasi efektivitas makan gratis. Tadinya dijadwalkan Selasa, tapi kemungkinan landing-nya Senin langsung ke sekolah. Jadi kita siap kalau dikunjungi,” ungkap Gunawan, Kepala SMAN 1 Pangkalanbaru, Sabtu (18/10/2025).

Gunawan mengatakan MBG mulai diterima pihaknya sejak 8 September 2025. Program ini, menurutnya, terbukti meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa, sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga.

“Biasanya hari Jumat itu (siswa) agak malas karena setengah hari, tapi sekarang mereka terpantau lebih giat sejak ada MBG. Jadi secara tidak langsung, program ini meningkatkan kedisiplinan juga memang kita belum melakukan survei lebih lanjut tetapi saya yakin MBG sangat mempengaruhi,” ujarnya.

Selain membantu siswa, Gunawan menilai program ini juga sangat meringankan beban ekonomi keluarga. Banyak orang tua yang sebelumnya kesulitan menyediakan bekal kini merasa terbantu karena anak mereka mendapat makanan bergizi setiap hari.

“Memang banyak ekonomi di SMA Negeri 1 Pangkalanbaru ini yang menengah ke bawah. Jadi program MBG ini sangat membantu. Kadang-kadang memang ada anak-anak yang jarang makan siang, bahkan ketika makan cuma makan empek-empek atau kue. Itu yang cukup memperihatinkan, dan dengan adanya MBG ini sangat membantu mereka,” ungkap Gunawan

“Program ini mendukung keluarga secara langsung. Orang tua tidak perlu khawatir anaknya makan apa di sekolah. Bahkan untuk keluarga yang ekonominya terbatas, ini sangat membantu. Kami berharap program ini terus berlanjut,” tambahnya.

Gunawan juga menilai program MBG tidak hanya sekadar menyediakan makan gratis, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, tanggung jawab, dan semangat belajar di lingkungan sekolah.

“Kalau dilihat dari absensi, kehadiran siswa meningkat. Mereka lebih fokus belajar karena sudah makan siang. Ini bukan cuma soal makan, tapi soal perhatian terhadap masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Gunawan menjelaskan, sejak tahap awal, pihak sekolah telah melakukan pendataan lengkap terhadap seluruh siswa penerima manfaat MBG.

Pendataan tersebut meliputi data alergi makanan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan khusus siswa agar penyedia makanan bisa menyesuaikan menu dengan standar gizi dan keamanan.

“Dari awal kita sudah data semuanya. Siswa yang punya alergi seperti udang atau ikan, itu kita catat dan pihak penyedia sudah siapkan menu pengganti. Jadi sejauh ini aman-aman saja, nggak ada komplain berarti,”ucapnya.

Ia menegaskan, sejauh pelaksanaan program, tidak ada keluhan dari siswa maupun guru. Komunikasi antara sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan baik dan responsif.

“Nggak ada komplain apa-apa ya, aman-aman saja. Paling cuma penyesuaian jadwal aja. Kalau pun ada kekurangan, misalnya sayur agak kurang banyak, itu bisa langsung disampaikan dan segera diperbaiki. Koordinasi kita dengan SPPG luar biasa cepat,” kata Gunawan.

Dalam pelaksanaannya, sekolah turut mengatur mekanisme distribusi makanan agar berjalan tertib dan efisien. Pihak sekolah menugaskan guru dan perwakilan siswa di tiap kelas untuk membantu proses pengambilan dan pembagian makanan.

“Kalau dulu awalnya kita dampingi dengan wali kelas karena khawatir anak-anak berebut. Tapi sekarang sudah tertib. Anak-anak sudah tahu jadwalnya, mereka ambil dan bagi sendiri. Tidak ada lagi yang hilang atau tercecer,” jelasnya.

Gunawan juga menuturkan bahwa pihak sekolah memastikan jumlah makanan yang diterima dan dikembalikan sesuai dengan daftar penerima. Ia menyebut tidak ada laporan kehilangan perlengkapan makan seperti wadah atau alat makan sejak program dijalankan.

“Alhamdulillah sejauh ini nggak pernah ada yang hilang. Dulu sempat khawatir wadah makannya hilang, karena nilainya lumayan, sekitar Rp80.000 per set. Tapi anak-anak paham ini untuk kepentingan mereka, jadi semua terjaga dengan baik,” tuturnya.

Jumlah penerima manfaat di SMAN 1 Pangkalanbaru tercatat sebanyak 634 siswa. Makanan dibagikan mulai pukul 11.00 WIB, disesuaikan dengan jam istirahat sekolah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Mereka bisa makan sebelum lanjut pelajaran siang. Biasanya untuk SPPG lebih mendahulukan anak TK dan SD, jadi untuk SMA karena jam pulang yang lama biasanya jam 12 untuk makan MBG tersebut semuanya tertib,” katanya.

“Harapan kami, program ini terus berlanjut dan keluarga juga tetap semangat mendukung anak anaknya sekolah. Karena ini bukan cuma soal makan gratis, tapi soal menciptakan generasi sehat, cerdas, dan siap jadi generasi emas 2045,” tegas Gunawan. (x1)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved