SPPG di Bangka Belitung
Mengintip Aktivitas Dapur SPPG di Pangkalpinang, Chef Kusnadi: Kami Bukan Sekadar Memasak
Baru dua bulan menetap di Bangka, Kusnadi kini memimpin dari 7 orang staf dapur dan relawan persiapan setiap hari
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pria berperawakan tegap memantau satu per satu wajan besar beri ayam yang diaduk juru masak.
Tidak hanya itu, dia juga sebelumnya mengawasi para pekerja memilah dan membersihkan bahan baku yang akan dimasak di dapur tersebut. Rentetan kegiatan itu membuatnya seakan bekerja hampir 24 jam.
Dia adalah Kusnadi, Head Chef Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bangka Belitung, yang setiap hari bertanggung jawab memastikan ribuan anak sekolah penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan makanan sehat, higienis, dan tepat gizi.
Sejak dini hari hingga sore, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu berada di SPPG Polda Babel di Jalan Linggarjati No.1, Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kusnadi mengaku sudah tujuh tahun berkecimpung dalam dunia kuliner. Sebelum ditugaskan ke Bangka, ia bekerja di PT Naminaniar Bogarasa Bogor, perusahaan katering besar yang memang bekerja sama dengan Polda Babel.
“Saya sudah biasa masak dalam porsi besar, dulu di Bogor bisa sampai 3.500 porsi setiap hari. Jadi begitu ditugaskan di Bangka, saya sudah terbiasa dengan ritme seperti ini,” ujarnya sambil tersenyum, ditemui di ruang persiapan dapur, Senin (20/10).
Baru dua bulan menetap di Bangka, Kusnadi kini memimpin dari 7 orang staf dapur dan relawan persiapan yang setiap hari bekerja di bawah pengawasan ketat.
“Kami bukan sekadar memasak. Setiap langkah harus sesuai dengan standar gizi, kebersihan, dan keamananpangan,” katanya.
Kualitas dan Kuantitas
Setiap siang, sebelum proses memasak dimulai, bahan baku segar mulai berdatangan dari para pemasok. Tim SPPG langsung melakukan pemeriksaan ketat terhadap kualitas dan kuantitas bahan yang masuk.
“Kami pastikan semuanya dalam kondisi baik buah harus segar, sayur tidak layu, ayam tidak berbau, tahu dan tempe yang sertifikat halal. Kalau ada bahan yang tidak sesuai standar, langsung kami kembalikan,” ujar Kusnadi.
Bahan-bahan yang lolos pemeriksaan kemudian disimpan di ruangan sesuai jenisnya. Misalnya ayam beku direndam dengan air agar tidak terlalu keras, lalu disimpan kembali dalam freezer.
Sayuran segar disimpan di ruang persiapan untuk dikupas dan dipilah bagian terbaiknya. Sembako seperti beras, telur, dan bahan kering lain ditempatkan di ruang bersuhu normal agar tidak rusak.
“Kami memiliki tim yang disiplin menjaga kebersihan ruangan. Setiap selesai aktivitas, semua meja, pisau, dan alat masak harus disterilkan kembali. Tidak boleh ada sisa bahan yang tercecer,” jelasnya.
Menjelang sore, sekitar pukul 15.00 WIB, dapur mulai ramai. Tim yang terdiri dari belasan orangmulai menyiapkan sayuran, bumbu, dan bahan utama. Setiap orang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap: sarung tangan, masker, penutup rambut, dan sepatu dapur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251021-Bangka-Pos-Hari-Ini-Selasa.jpg)