Berita Bangka Barat
Pengaruh Program MBG, Harga Ayam Potong di Pasar Mentok Mengalami Kenaikan
Abidin menyebut kebutuhan ayam untuk program MBG di Bangka Belitung cukup besar setiap hari sehingga memengaruhi ketersediaan
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM,BANGKA - Harga ayam potong yang dijual pedagang di Pasar Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, mengalami kenaikan.
Harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp30–35 ribu per kilogram kini tembus Rp40 ribu per kilogram.
Pedagang ayam di Pasar Mentok, Abidin (52), mengatakan kenaikan harga ayam potong diduga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, sejak program tersebut berjalan, permintaan ayam dari berbagai daerah di Babel meningkat cukup signifikan.
“Harga naik karena stok mulai langka. Pasokan berkurang. Sejak MBG berjalan, harga naik dari Rp30 ribu jadi Rp40 ribu,” ujar Abidin kepada Bangkapos.com, Rabu (3/12/2025).
Abidin menyebut kebutuhan ayam untuk program MBG di Bangka Belitung cukup besar setiap hari sehingga memengaruhi ketersediaan di tingkat pedagang.
“Permintaan nambah. MBG se-Babel itu berapa ton sehari. Bagi pedagang ya susah, ayamnya tidak ada, harga tinggi. Pelanggan biasa juga mengurangi porsinya,” katanya.
Ia membantah anggapan pedagang meraup untung besar dari kenaikan harga ayam tersebut.
“Tidak ada untung besar. Warung kuliner juga mengurangi porsinya. Kami berharap harga kembali stabil. Harga wajar itu di kisaran Rp30–35 ribu per kilogram. Sekarang terlalu tinggi dan konsumen banyak mengeluh.”
Meski demikian, Abidin memastikan stok ayam masih tersedia. Para pedagang dan pembeli berharap harga ayam bisa turun ke level yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, kenaikan harga ayam potong di Pasar Mentok yang mencapai Rp40 ribu per kilogram membuat sejumlah pembeli mengeluh dan terpaksa mengurangi jumlah pembelian.
Salah seorang pembeli, Ninik, mengaku terpaksa membeli lebih sedikit dibanding biasanya karena harga yang terlalu tinggi.
“Biasanya banyak, sekarang hanya cukup untuk beberapa hari saja. Harga mahal, jadi kami harus menyesuaikan,” ujar Ninik.
Ninik berharap pemerintah dan pedagang dapat menstabilkan harga ayam agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Ia juga meminta ketersediaan ayam dan bahan pokok lainnya tetap cukup sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok penting tersebut.
| Momen Peringatan HUT ke-23 Bangka Barat, Bupati Markus Klaim Pencapaian selama Satu Tahun |
|
|---|
| Belum Genap Sebulan Terpilih Jadi Ketua DPC PPP Bangka Barat, Andri Mengundurkan Diri |
|
|---|
| Lansia Umur 65 Tahun Meninggal Dunia Usai Terlibat Laka Lantas dengan Remaja di Simpang Teritip |
|
|---|
| Dibantu Pelaku Usaha, Pemkab Bangka Barat Salurkan Ratusan Hewan Kurban untuk Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo di Bangka Barat Diprediksi Tembus Bobot 1 Ton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Pedagang-ayam-di-Pasar-Mentok-2025.jpg)