Kamis, 23 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Tembakan Peringatan Pecah di Toboali, BNN Bongkar Modus COD Sabu Jaringan Buruh Tambang

Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur lantaran target berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan yang mengancam

Editor: Hendra
Dokumentasi/Bangka Pos
Berita Bangka Pos Hari ini, 13 Desember 2025 

Diakuinya, penggerebekan berlangsung cukup dramatis. Salah satu target yang berada di lokasi sempat melarikan diri dan melakukan tindakan yang membahayakan petugas.

Akhirnya, tim mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan perlawanan. Prosedur tersebut dilakukan sesuai standar operasi, terutama ketika berhadapan dengan pelaku yang berusaha kabur atau menimbulkan ancaman.

Satu Kabur

Dalam penggerebekan tersebut, seorang pelaku yang juga merupakan bandar bernama Bulet berhasil melarikan diri. Saat ini, Bulet telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam perkara tersebut.

Eko Kristianto meyakini tiga orang yang ditangkap ini bukan pemain tunggal. Mereka diduga bagian dari mata rantai distribusi yang dikendalikan oleh bandar besar.

Keberadaan Bulet hingga kini masih dalam pencarian. BNN telah berkoordinasi dengan Kodim 0432/Bangka Selatan serta Polres Bangka Selatan untuk melakukan pengejaran.

“BNN tidak pernah bermain-main dengan narkoba. Apalagi bandar dan pengedar, kita akan kejar,” ucapnya.

Ketiga orang tersebut, kata Eko Kristianto, bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Kantor BNNP Kepulauan Bangka Belitung untuk pemeriksaan intensif. BNNP Babel kini memperluas penelusuran dengan memburu bandar utama dan mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang disebut-sebut memasok barang dalam jumlah lebih besar.

“Mereka kita bawa untuk didalami perannya masing-masing. Kami ingin mengetahui sejauh mana hubungan mereka dengan Bulet dan jaringan lainnya,” jelas Eko Kristianto.

Sistem COD

Lebih lanjut, Eko Kristianto mengungkap pola transaksi yang dilakukan tiga terduga pengedar ini terbilang rapi, terstruktur, dan memudahkan pembeli melakukan transaksi tanpa terdeteksi.

Para bandar dan pengedar menyediakan sistem penjualan yang memungkinkan pembeli melakukan cash on delivery (COD) langsung ke lokasi.

Artinya, pembeli melakukan pembayaran langsung di tempat saat barang diserahkan.
“Cara edar, pembeli ke sana langsung bisa COD, langsung ke lokasi. Di belakang juga disediakan tempat untuk memakai sabu berupa gubuk,” kata dia.

Menurutnya, modus itu membuat pondok tersebut berfungsi ganda, mulai dari titik distribusi, ruang penjualan, sekaligus tempat pesta sabu.

Para pembeli dari kalangan yang dikenal oleh pelaku dapat langsung masuk ke area pondok. Sementara pembeli baru atau yang dianggap tidak dikenal diarahkan melakukan transaksi di luar.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved