Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dispaper Pangkalpinang Pastikan Daging Sapi Aman dan Bebas Penyakit LSD

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang memastikan daging sapi potong yang beredar di pasaran aman dikonsumsi dan bebas ...

Tayang:
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah/Andini Dwi Hasanah
Dokumentasi pedagang daging sapi menata dagangannya di Pasar Ratu Tunggal, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (22/1/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang memastikan daging sapi potong yang beredar di wilayah Pangkalpinang aman untuk dikonsumsi serta bebas dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaper Kota Pangkalpinang, Zunaria, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus LSD pada ternak sapi di Pangkalpinang.

Ia menjelaskan, pasokan daging sapi potong di Pangkalpinang masih mengandalkan sapi hasil persilangan atau sapi BX yang didatangkan dari Provinsi Lampung. Sapi-sapi tersebut merupakan hasil penggemukan dari perusahaan dan dikirim langsung ke Pangkalpinang untuk selanjutnya dilakukan pemotongan.

"Kalau produksi daging potong, kita masih mengandalkan sapi BX. Sapi itu didatangkan dari Lampung, hasil penggemukan dari perusahaan, jadi langsung dikirimkan ke sini," ujar Zunaria, kepada Bangkapos.com, Jumat (30/1/2026).

Menurut Zunaria, sapi-sapi yang berasal dari perusahaan tersebut telah melalui proses pengawasan kesehatan hewan yang ketat sejak dari daerah asal. Pengawasan dilakukan mulai dari proses penggemukan, pengiriman, hingga tiba di daerah tujuan.

Setibanya di Pangkalpinang, sapi-sapi tersebut langsung dibawa ke tempat pemotongan sehingga tidak berinteraksi dengan lingkungan luar yang berpotensi menimbulkan risiko penularan penyakit.

"Karena sapi ini dari perusahaan, pemantauannya memang cukup ketat. Sampai di sini sapi langsung ke pemotongan, tidak jalan-jalan ke mana-mana, jadi benar-benar terkontrol dari perusahaan," ucapnya.

Lebih lanjut, Zunaria menegaskan bahwa pengawasan lalu lintas ternak menjadi salah satu upaya utama Dispaper dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular, termasuk LSD.

Sebagai informasi, Lumpy Skin Disease merupakan penyakit infeksius akut yang menyerang sapi dan kerbau. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan keras pada kulit, disertai demam, penurunan nafsu makan, serta turunnya produktivitas hewan ternak.

Dengan sistem pengawasan yang ketat terhadap pemasukan ternak dan proses pemotongan, Dispaper Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap keamanan dan kesehatan daging sapi yang beredar di pasaran.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Daging sapi yang dikonsumsi dipastikan aman dan layak, karena sudah melalui pengawasan kesehatan hewan yang ketat," ucapnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved