Kamis, 14 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Perbaiki Kinerja dan Disiplin ASN, Bupati Basel Terapkan Sistem Reward dan Punishment

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menegakkan keadilan kinerja sekaligus memperbaiki budaya kerja di lingkungan pemerintah

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid akan menerapkan sistem reward and punishment secara tegas, objektif, dan terbuka atas kinerja aparatur sipil negara (ASN) . 

Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menegakkan keadilan kinerja sekaligus memperbaiki budaya kerja di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Di mana reward and punishment adalah sistem penghargaan dan sanksi yang digunakan dalam organisasi, termasuk pemerintahan untuk mengatur, menilai, dan meningkatkan kinerja pegawai.

Penegasan tersebut disampaikan Riza Herdavid menyusul laporan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) setempat.

Masih lemahnya pembinaan internal di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Persoalan yang disoroti adalah atasan yang dinilai enggan menegur bawahannya, baik ketika terjadi kesalahan maupun saat terdapat kinerja baik yang layak diapresiasi.

“Saya ingin rekan-rekan yang berprestasi mendapatkan reward (Penghargaan-Red). Sementara yang kinerjanya kurang mendapatkan punishment (Sanksi-Red). Ini penting demi rasa keadilan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pembinaan ASN harus dimulai dari pimpinan satu tingkat di atasnya. Kepala dinas, kata Bupati, memiliki peran kunci dalam memastikan disiplin dan kinerja bawahannya berjalan sesuai aturan dan target.

Karena kepala dinas dan pejabat struktural memiliki tanggung jawab langsung dalam menilai, menegur, serta membina bawahannya. 

Tanpa ketegasan pimpinan, sistem reward dan punishment tidak akan berjalan efektif. Kepala dinas yang tidak berani menegur dan menilai bawahannya secara objektif justru menjadi sumber lemahnya disiplin. Karena itu, pimpinan OPD diminta tidak lagi bersikap permisif dan harus bertanggung jawab penuh atas kinerja jajarannya. Jangan sampai dibiarkan secara berlarut-larut.

“Saya menegaskan hal ini agar kepala dinas bisa lebih tegas membina bawahannya, terutama terkait kinerja dan disiplin,” tegas Riza Herdavid.

Sebagai bentuk keseriusan, Riza Herdavid mengambil langkah tidak biasa dengan memanggil langsung dua ASN saat apel Akbar pegawai di Halaman Kantor Bupati Bangka Selatan.

Langkah tersebut, merupakan bentuk keterbukaan agar semua pihak dapat melihat proses penilaian kinerja dilakukan secara transparan. Sehingga semua pegawai ASN bisa tahu secara langsung penilaian kinerja yang dilakukan.

Ia menjelaskan, dua nama ASN tersebut justru muncul dari rekomendasi rekan-rekannya sendiri di dinas masing-masing. Saat ia menanyakan siapa yang layak naik jabatan namun selama ini terhambat, nama-nama tersebut langsung disampaikan oleh internal OPD.

Misalnya dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Secara logika bupati bisa objektif menilai, dan langsung dijalankan.

ASN yang mendapat perhatian adalah pejabat yang telah 13 tahun menjabat sebagai kepala bidang dan dinilai layak untuk dipromosikan. Penilaian tersebut tidak hanya datang dari pimpinan, tetapi juga dari rekan kerja yang sehari-hari melihat langsung kinerjanya. Hal serupa juga terjadi pada ASN di Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan yang dinilai memiliki kinerja baik namun belum mendapatkan kesempatan promosi yang sepadan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved